Jelang Akhir Jabatan Presiden, Akankah Kasus Novel Terungkap?

15

JAKARTA (Garudanews.id) – Hampir dua tahun berlau kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, usai melaksanakan sholat subuh disekitar rumahnya.

Namun, sayangnya kasus tersebut seakan menguap begitu saja tanpa ada kepastian. Publik menanti kinerja Kepolisian yang hingga kini belum dapat mengungkap siapa aktor dibalik tindakan biadab yang menimpa Novel.

Pengamat komunikasi politik Dr Adi Suparto, menilai kasus Novel bakal mengulang sejarah kelam dalam proses penegakan hukum yang menimpa aktiivis kemanusiaan Munir, yang dibunuh di luar negeri. Namun hingga saat ini aktor dibalik peristiwa tersebut tidak terungkap.

“Kami berharap pihak kepolisian dapat segera menuntaskan masalah ini, tidak mungkin kejadian ini tidak ada pelakunya, jangan dibiarkan permasalahan ini berlalu begitu saja. Karena berita kasus Novel dan Munir sudah menjadi konsumsi publik ,”ujar Adi kepada garudanews.id, Jumat (15/3).

Menurutnya, kejadian yang menimpa Novel Baswedan merupakan ancaman serius bagi penegakan hukum di Indonesia. Novel dikenal sebagai sosok yang tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum khususnya pidana korupsi.

“Novel Baswedan telah disimbolkan sebagai orang yang punya integritas tinggi dalam menegakkan hukum khususnya tindak pidana korupsi, makanya ia berani melepaskan jabatan dari kepolsiannya agar fokus mengabdi pada negara dalam memberantas korupsi,” tambahnya.

Adi menduga, kasus yang sedang ditangani Novel saat itu sangat riskan karena kuat diduga akan menyeret nama pejabat tinggi. Berdasarkan informasi yang berkembang, kejadian yang dialami oleh Novel Baswedan ada kaitannya dengan kasus yang saat itu ia tangani.

“Nah tiba gilirannya pada “orang tertentu” (diduga terlibat) maka ada kekhawatiran. Mungkin, kalau kasus yang ditangani oleh Novel terungkap, maka akan menyeret sejumkah pejabat. Asumsi kami, sebelum Novel membongkar kasus-kasus lain yang diduga menyeret sejumlah jendral,  maka. Novel lah  ditumbangkan,” tambahnya lagi.

Ia berharap baik kepolisian dapat segera mengungkap kasus Novel tersebut. Bahkan, pihaknya meminta presiden Jokowi untuk segera turun tangan dalam penuntasan kasus Novel yang sudah mengendap dua tahun lamanya.

“Alat buktinya sudah ada. Sejumlah kasus dugaan tindak pidana teroris, pihak kepolisian kita cukup hebat dan cepat menangkap pelakunya. Tapi kenapa dalam kasus Novel,  polisi seolah gamam untuk menyeret pelaku utamanya. Ada apa sebenarnya dalam proses penegakan hukum di negeri ini,” tanya Adi.

Dalam kasus yang menimpa Novel, tambah Adi, kuat dugaan ada unsur kesengajaan. Informasi yang tidak resmi ini bersliweran terkait keterlibatan jendral, tapi tidak pernah ditanggapi walaupun sejumlah nama disebut.

“Ada semacam traumatik, kalau masalah ini bubrah (berantakan-bahasa Jawa), maka akan banyak pejabat yang kena. Nah sebelum itu bubrah, maka Presiden harus turun tangan agar ini tidak menjadi preseden buruk,  maka penuntasan masalah Novel Baswedan adalah keharusan,” tambahnya

Adi menambahkan, publik menanti kepastian hukum atas kasus tersebut, agar kepercayaan masyarakat kepada kepolisian kembali tumbuh. Menurutnya, selama 2 (dua) tahun ini kepercayaan publik terhadap kepolisian menurun atas kasus Novel.

“Proses itu ada batas waktunya, emosi publik untuk menunggu terlalu lama itu juga tidak tahan, 700 hari belum mampu mengungkap permasalahan ini,” pungkasnya.

Kuasa Hukum Bakal Ungkap Keterlibatan Jendral Dalam Kasus Penyiraman Novel

Kuasa hukum Novel Baswedan bakal mengungkap nama-nama jenderal polisi yang terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.

Alghifari Aqsa, anggota tim kuasa hukum Novel Baswedan mengatakan, nama-nama jenderal polisi tersebut muncul dalam laporan investigasi final yang dilakukan oleh masyarakat sipil.

Namun, sebelum mengungkapkannya ke publik, Alghifari Aqsa mengatakan, tim kuasa hukum Novel Baswedan menunggu KPK memproses laporan dugaan obstruction of justice (perintangan penyidikan) terkait kasus penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Ia mengatakan, sejumlah pihak dari koalisi masyarakat sipil, tim kuasa hukum, sampai istri Novel Baswedan, Rina Emilda, mendukung langkah tersebut.

Hal itu diungkapkan Alghifari Aqsa saat konferensi pers di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Selasa (12/3).

“Jika KPK bersedia mengungkap kasus Novel Baswedan dengan track obstruction of justice, kita akan buka semua laporan final dari investigasi versi masyarakat sipil, tentunya dengan berbagai macam keterbatasan,” kata Alghifari Aqsa.

“Tapi ada nama-nama jenderal, tidak hanya satu jenderal, tapi lebih dari satu jenderal yang kita cantumkan, yang kita temukan dalam investigasi,” sambungnya.

Ia menilai, KPK bisa mengungkap kasus penyerangan terhadap Novel Baswedan dengan memproses laporan dugaan perintangan penyidikan tersebut.

“Memang KPK tidak punya tools untuk menekan Presiden atau pun menekan Kepolisian. Tapi KPK punya tools untuk mengungkap kasus Novel Baswedan, lewat obstruction of justice,” tutur Alghifari Aqsa.

Membuka Kotak Pandora Pelaku Penyiraman Novel

Terkait dengan mengendapnya kasus yang menimpa Novel Baswedan, Direktur Center for Budget Analysis (CBA) mendukung KPK untuk segera melakukan pemeriksaan para jenderal yang diduga melakukan perintangan penyidikan.

“Segera panggil para jenderal tersebut ke KPK. Dengan pemanggilan para jenderal ini, barangkali bisa membuka kotak pandora siapa yang sebenarnya pelaku pemyiraman Novel tersebut,” ujar Direktur CBA Uchok Sky Khadafi kepada garudanews.id, Kamis (14/3).

Uchok berharap, kasus Novel dapat terungkap sebelum pelantikan presiden periode yang akan datang. Menurut dia, masyarakat sebelumnya menaruh harapan besar agar kasus itu dapat dituntaskan sebelum akhir jabatan presiden Joko Widodo.

“Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda kasus ini diungkap ke publik. CBA akan selalu mendukung segala upaya yang dilakukan KPK pemberantasan korupsi, meski musuhnya merupakan pejabat kerah putih,” pungkasnya. (Mam)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.