Jelang Pilkada Serentak, Pemkab Bogor Abaikan Persoalkan Ekonomi Masyarakat

0
166
Pasar Ciawi Kabupaten Bogor

BOGOR (Garudanews.id) – Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tampaknya abaikan persoalan ekonomi masyarakat. Pemkab Bogor sepertinya sibuk mengurusi Pilkada dan tidak peka terhadap harga sembako termasuk beras yang mulai melesat naik.

Pantauan garudanews.id dilapangan, bahwa hampir satu bulan terakhir harga beras di pasar –pasar yang ada di Kabupaten Bogor mengalami kenaikan harga. Tapi pihak Pemkab Bogor terlihat tanpa adanya upaya untuk menstabilkan harga.

“Hampir satu bulan ini naik, untuk pembeli sudah pasti ada penurunan, omset kita sendiri sejak kenaikan harga turun 50 persen. Padahal harganya naik belum ada satu bulan. Sebelum harganya naik, saya biasanya bisa tiga mobil pickup untuk sekali pengambilan dari penggilingan, tapi sekarang hanya satu mobil saja sekali ngambil. Saya minta keopada pemerintah daerah jangan sibuk ngurusin pilkada,” ungkap sebagian besar pedagang beras di kepada garudanews.id, Jum’at (12/1).

Mereka menjelaskan, sebelumnya harga beras premium atau yang standard kisaran Rp 8.000 perkilonya, dan untuk kualitas yang bagus Rp 10.000 perkilo.

Namun sekarang harganya melonjak drastis, untuk yang standar harga perkilonya menginjak harga sebesar Rp 11.500 hingga 12.800 perkilonya. Sedangkan untuk kualitas yang bagus mencapai Rp 13.500 hingga 14.500 perkilonya.

“Ini sudah pasti berdampak untuk kita para pedagang, mulai dari sepi pembeli hingga penghasilan kita yang menurun. Untuk kita saja sebagai pedagang dampaknya sangat besar, apalagi untuk masyarakat,” terangnya.

Senada dikatakan Aang. dirinya memprediksi, pemerintah terlalu fokus terhadap Pilkada, sehingga kurang memperhatikan dan terkesan tak peduli terhadap masyarakat dengan kenaikan harga pangan yang berdampak sangat besar terhadap pedagang dan masyarakat.

“Beras ini kan kebutuhan pokok, jadi dampaknya sangat besar buat kita, siapa pemimpinnya untuk kita sebagai pedagang tidak masalah, yang penting mensejahterakan pedagang dan masyarakat, sekarang baru daftar calon saja sudah menyusahkan pedagang dan masyarakat, bagaimana nanti,” keluhnya.

Aang mengakui, selama saya berjualan beras selama ini baru merasakan kenaikan yang sangat tinggi seperti sekarang.

“Sejak pertama saya mulai jualan beras, baru sekarang ini kita merasakan kenaikan harga yang bisa di bilang sangat tinggi,” jelasnya.

Aang berharap, kepada pemerintah harus lebih fokus terhadap kepentingan masyarakat, jangan hanya fokus terhadap pilkada namun masyarakat dibiarkan menjerit.

” Hampir seluruh pedagang harapannya hanya satu, harganya yang bisa dijangkau oleh masyarakat, dan tidak memberatkan masyarakat dan pedagang, karena ini kebutuhan pokok, jangan membuat kita sebagai rakyat kecil menjerit, dengan mahalnya kebutuhan pokok.” pungkasnya.
(ded/pend).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here