Jelang Pilkada Serentak, Polri Imbau Masyarakat Bijak Gunakan Medsos

0
195
Kadiv Humas Polri yang juga Kasatgas Pangan Irjen Pol Drs, Setyo Wasisto.

JAKARTA (Garudanews.id) – Menyambut Tahun Politik 2018 di mana akan dilangsungkan Pilkada serentak, Mabes Polri mengimbau masyarakat dan media massa bijak dalam menggunakan media sosial (Media Sosial). Hal itu diungkapkan Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto dalam FGD Kesiapan Pilkada Serentak 2018 di Kebayoran Baru, Jaksel (27/11).

“Kebanyakan pengguna medsos dan elite akan memainkan isu  agama dan SARA  (suku, agama, ras, antargolongan) untuk  dijadikan  serangan para calon bupati/walikota  atau gubernur. Lawan politik menggunakan isu tersebut untuk saling menjatuhkan. Sebaiknya masyarakat bijak menyikapi hal tersebut,” kata Setyo.

Menurut catatan dia,  isu SARA lebih memukau diatas 50 persen. Isu masalah SARA dinilai jitu untuk memancing emosi massa. Itu karenanya aparat , tokoh masyarakat dan media  tidak boleh menganggap enteng mengingat  bisa memicu konflik horizontal.

Untuk mengantisipasi hal tersebut,  pihaknya akan melakukan antisipasi, analisis dan evaluasi agar dalam pilkada serentak 2018 isu SARA dan agama bisa dinetralisir. Tidak hanya itu, media sosial juga akan menjadi sarana penting dalam pilkada mendatang.

Setyo menghimbau agar masyarakat lebih dewasa dan bijak dalam berdemokrasi dan menggunakan media sosial. Ketika menerima berita hoax, kata Setyo, lebih baik dibiarkan dan jangan kembali men-share (membagikan) kepada orang lain atau lebih baik langsung dihapus.

“Kita mengajak ber-internet sehat, ada tiga hal, pertama internet yang pakai logika, kedua berinternet menggunakan etika, dan yang ketiga adalah menggunakan estetika, sehingga internet sehat itu sehat bagi kita sehat bagi yang menerima,” kata Setyo.

Media sosial yang banyak digunakan untuk menyebarkan isu SARA disebutkan Setyo adalah Facebook kedua yakni Instagram baru disusul Twitter. Para peyebar isu hoax sendiri biasanya memakai fake account atau akun palsu.

“Oleh sebab itu, Mabes Polri sudah mengantisipasi dengan adanya Direktorat Siber di Bareskrim, kemudian Direktorat Kamsus (keamanan khusus) di Baintelkam dan biro Multimedia di Divisi Humas. Kita akan melakukan patroli 24 jam sehari 7 hari seminggu, artinya kita full setiap saat kita melakukan patroli,” tegas Setyo.

Bagi para penyebar isu SARA nantinya akan dilakukan pendekatan secara persuasif dengan edukasi diberitahu bahwa yang dilakukan telah melanggar hukum. Selain itu polisi akan memberikan cap hoax informasi yang bersifat sara agar tidak kembali disebar luaskan.

“Kalau memang sudah tidak bisa dibina lagi, ya kita serahkan ke Direktorat Siber untuk ditindak sesuai dengan undang-undang yang ada,” ujar dia.

Suasana panas Pilkada menurut Setyo akan mulai terasa sejak Januari 2018. “Januari ibarat orang itu sudah mulai meriang sudah mulai anget-angetnya, mudah-mudahan tidak jadi sakit panas yang bisa panas tinggi apalagi sampai terbakar, tidak boleh,” ujar  Setyo. (SK/Wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here