Jelang Pilpres 2019, Pemberitaan di Media Dinilai Mulai Tidak Berimbang

0
182
Pengamat komunikasi politik dan kebijakan Publik, Dr. Adi Suparto. (Foto: dok.garudanews.id)

JAKARTA (Garudanews.id) – Pengamat komunikasi politik Dr Adi Suparto mengungkapkan, jelang pelaksanaan pemilihan persiden yang akan digelar pada 2019 mendatang masyarakat mulai disuguhkan dengan pemberitaan yang tidak berimbang.

Menurut Adi, penyebaran informasi baik itu melalui media elektronik maupun media cetak dan online pasangan nomor urut 1, Joko Widodo-Maruf Amin  hampir menguasai pemberitaan. Bahkan beberapa media nasional yang berkantor di Jakarta Adi menilai kecenderungannya banyak berpihak kepada Jokowi-Martuf.

“Ini artinya peran media dalam kancah perpolitikan nasional sebagaimana fungsinya harus memberitakan informasi yang berimbang dan tidak memihak kepada salah satu calon pasangan pada pilpres mendatang, sudah mulai diragukan, padahal media itu harus independen.  Tapi apa boleh buat pemilik media yang ada saat ini sebelumnya sudah menyatakan dukungannya kepada salah satu calon tertentu. Kalau hal ini terus berkembang, kami menilai iklim demokrasi di Indonesia tidak tumbuh dengan sehat,” ujar Adi kepada garudanews.id, Minggu (28/10).

Adi mencontohkan saat aksi Bela Tauhid digelar oleh sekelompok massa, fakta di lapangan dengan pemberitaan di media dinilainya sangat berbeda. Meski tidak semua media memberitakan hal yang lebih menonjolkan salah satu pasangan Capres, lanjut Adi, hal ini menunjukan bahwa sebaran informasi saat ini sudah tidak berimbang dan kecenderungannya tidak sehat.

Untuk itu Adi berpesan kepada media yang masih memiliki ruh dan semangat media dalam mencerdaskan masyarakat, agar berimbang dalam memberitakan mengenai dinamika politik yang berkembang saat ini. “Sehingga masyarakat tidak dibodohi dengan sajian berita yang menggiring kepada salah satu pasangan calon,” pungkas Adi.

Seperti diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI telah menetapkan dua pasangan calon presiden dan wakil presiden untuk Pemilihan Umum 2019. KPU secara resmi telah meloloskan pasangan calon Joko Widodo-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai calon presiden dan wakil presiden RI.

“Sebagaimana tahapan yang sudah dibuat dan dicantumkan dalam PKPU nomor 5 tahun 2018, maka KPU telah menyelesaikan rapat pleno untik penetapan daftar calon tetap anggota legislatif dan presiden 2018,” kata Ketua KPU Arief Budiman di Jakarta, Kamis (20/9).

Surat Keputusan penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden dituangkan dalam Keputusan KPU RI dengan Nomor 1131/F’L. 02. 2Kpt/06/lX/2018 tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden Tahun 2019. Suray tersebut ditetapkan tertanggal 20 September 2018.

Mengacu pada keputusan KPU RI itu kedua pasangan calon yang telah mendaftar dinyatakan memenuhi syarat sebagai peserta pemilu pesiden dan wakil presiden 2019. Arief mengatakan, SK penetapan pasangan peserta pemilu itu nantinya akan disera-terimakan kepada Polri agar dilakukan pengamanan terhadap kedua pasangan calon tersebut.

“KPU menyerahkan capres-cawapres ke Polri dan selanjutnya mereka bertugas mengawal kedua pasangan berdasarkan UU nomor 7 tahun 2012,” kata Arief.(edr)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here