Jokowi Memulai Prosesi Pernikahan Kahiyang Ayu Dengan Memasang Bleketepe

1

SOLO (Garudanews.id) –  Presiden Joko Widodo telah melaksanakan prosesi pernikahan putrinya  Kahiyang Ayu dengan  mengenakan busana Jawa.  Jokowi naik tangga untuk mengawalinya dengan memasang bleketepe. Selain memasang bleketepe, mantan waliota Solo ini  bersama Iriana Joko Widodo serta anak dan menantunya, memasang tuwuhan yang antara lain terdiri dari pisang raja, pohon tebu, untaian padi, serta daun opo-opo.

Adapun pemasangan bleketepe atau anyaman daun kelapa, di rumah pribadinya di Jl Kutai Utara, Sumber, Kota Solo, Selasa (7/11). Bleketepe merupakan simbol peneduh yang dipasang didepan rumah.

Seusai prosesi tersebut, dilanjutkan dengan siraman yang dilakukan oleh sesepuh atau orang yang dihormati. Seperti Ibu Sujiatmi Notomihadrjo ibunda Jokowi, Ibu Elisabeth Endang Rudyatmo, Ibu Danarsih Dullah, Ibu Setyawan Prasetyo, Ibu Widodo Prasetyo, Ibu Anik Hari Milyantono, Ibu Didit Supriyadi, Ibu Idayati Hari Mulyono, serta Ibu Dr Idong Setyo Husodo.

“Bersyukur biaa menikahkan puteri saya semoga bisa mandiri, mohon doanya agar menjadi keluarga sakinah mawadah marahmh. Pesannya ya yang sabar saja,” ujar Jokowi seusai siraman.

Acara siraman juga dilakukan pihak calon pengantin laki-laki. Siraman dari pihak laki-laki dilaksanakan di Hotel Alila Solo.

Menurut Budayawan Jawa, Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) Winarno Kusumo, prosesi yang dilakukan tersebut memiliki nilai filosofi. Seperti pisang raja, diharapkan kehidupan pengantin nantinya mulia seperti raja tapi tidak seolah-olah menjadi raja.

“Pohon tebu dipilih yang paling manis, maknanya agar kehidupan berumahtangga semanis tebu begitu juga dengan untaian padi. Maknanya dalam kehidupan berumahtangga selalu diberkahi,” jelasnya.

Dalam acara siraman diakhiri dengan memecah kendi berisi air yang sebelumnya digunakan untuk berwudhu. Selain itu juga ada rangkaian acara jualan dawet.

“Jualan dawet juga memiliki makna, dawet terdiri dari cendol dan kuahnya manis. Maknanya, diharapkan banyak tamu yang datang untuk mendoakan,” jelasnya lagi.

Setelah acara siraman, pada Selasa sorenya akan dilanjutkan dengan acara midodareni. Selanjutnya pada keesokan harinya, Rabu (8/11) dimulai dengan acara ijab qobul kemudian disusul resepsi pernikahan. (Gum/SK)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.