Partai Pendukung Jokowi Saling Serang

0
190
Ilustrasi (Ist)

JAKARTA (Garudanews.id) – Partai pendukung Joko Widodo-Maruf Amin mulai tidak solid menghadapi pemilihan presiden (Pilpres ) 2019 mendatang. Hal tersebut menyusul pernyataan keras politisi Partai Golkar dan Partai Solidertitas Indonesia (PSI) yang keduanya saling serang.

Pengamat komunikasi politik Dr Adi Suparto, mengatakan bahawa apa yang dilakukan oleh PSI bagian dari pencitraan diri yang disampaikan di ruang publik. Sebagai partai baru, kata dia, pola seperti itu merupakan hal yang wajar. Karena posisi PSI saat ini belum pernah terlibat langsung dalam proses penentuan kebijakan di parlemen.

“Belum  hilang dalam ingatan kita saat partai besutan Surya Paloh yaitu Partai Nasdem dengan mengusung gerakan restorasinya sebagai partai yang bersih dan menjanjikan perubahan, tapi nyatanya setelah masuk dalam parlemen, ketua umumnya terjerat korupsi. Jadi jargon gerakan bersih-bersih PSI sebagai partai baru yang posisinya masih di luar dengan segala komentarnya itu sangat wajar. Karena posisinya belum duduk diparlemen,” ujar Adi kepada garudanews.id, Sabtu, (27/10).

Adi menegaskan, tidak ada satupun partai politik di Indonesia yang bersih dan bebas dari korupsi. Bahkan hasil survei DPR termasuk sebagai lembaga terkorup. “Artinya siapapun orangnya setelah masuk didalam lembaga tersebut harus mengikuti sistem. Karena faktor kepentingan didalam lembaga politik itu sangat kental. Jadi soal komentar PSI sebagai partai yang bersih biarkan saja, karena posisinya masih di luar parlemen,” ujarnya.

Sebelumnya,  dalam postingan di media sosial, kader PSI Surya Tjandra mengungkapkan, ada harga yang harus dibayar PSI yang saat ini sedang mengkampanyekan gerakan ‘PSI Bersih-Bersih DPR’. PSI jadi ‘musuh bersama’ partai-partai lama.

Buat yang belum tahu, gerakan ‘PSI Bersih-Bersih DPR’ adalah upaya PSI membersihkan DPR dari praktek kotor yang telah berjalan puluhan tahun.

“Berdasarkan apa yang kami pelajari, kami jadi tahu ada praktek pemborosan dan kebocoran uang rakyat di DPR dengan jumlah yang sangat besar,” katanya.

Pada Kamis (25/10) lalu, PSI mengundang sejumlah wartawan untuk membicarakan gerakan ‘PSI Bersih-Bersih DPR’ di kantor DPP PSI, di Jakarta. Dalam acara itu, PSI mengungkapkan temuan kami. Dari soal bentuk-bentuk pemborosan dan kebocorannya, trik-trik anggota DPR, cerita tentang kelakuan para anggota DPR ketika melakukan perjalanan dinas, dan juga solusi yang ditawarkan.

Percakapan itu sebagian diberitakan di media. Cara pemberitaannya pun ada yang sangat sensasional. Sebuah media terkemuka, misalnya, menulis judul: “PSI Bongkar Sisis Gelap Kunker DPR: Wisata Striptis-Anggaran Siluman’.

Pernyataan politisi PSI tersebut sontak saja membuat geram politisi Golkar. Anggota fraksi Partai Golkar DPR Ace Hasan Syadzily bahkan menyindir PSI untuk fokus urus diri sendiri agar lolos Parlemen Treshold (PT).

Menurutnya, sebaiknya PSI tidak melakukan tuduhan secara sembarangan. Dia menegaskan tidak semua anggota DPR melakukan ‘dosa’ seperti yang disebut oleh PSI tersebut, salah satunya soal hobi anggota DPR yang suka menyaksikan tarian striptis.

“Saya kira PSI jangan menuduh yang tidak-tidak. Tidak semua anggota DPR begitu. Saya kunker ke Arab Saudi dalam rangka pengawasan haji mana ada di Arab Saudi striptis, jadi jangan sembarangan juga,” kata Ace, Jumat (26/10).

Dia mengatakan, banyak anggota DPR saat kunjungan kerja melakukan tugas dengan baik. Salah satunya yang dia lakukan saat melakukan pegawasan pelaksanaan ibadah haji tahun 2019 di Arab Saudi.

“Kita lakukan kerja-kerja untuk pengawasan haji selama 2 minggu bahkan selama 1 bulan, ya kerja untuk melakukan pengawasan haji. Jadi menurut saya jangan men-generalisir. Apalagi PSI adalah partai baru, mau jadi calon,” katanya.

Wakil Ketua Komisi VIII ini mengatakan, sebaiknya tetap PSI fokus mengurusi partainya agar lolos ambang batas parlemen. “Yang penting PSI lolos dulu sajalah, baru merasakan jadi anggota DPR. Jadi berusaha saja dulu untuk lolos PT, ndak usah membicarakan keberadaan yang sekarang,” katanya. (Mhd)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here