Kartu Sehat (KS) Diabaikan Dokter RS Mitra Keluarga Bekasi Timur

1

BEKASI, (Garudanews.id) – Kartu Sehat (KS) yang merupakan program Pemerintah Kota Bekasi, selama ini dinilai berhasil dan sangat membantu masyarakat Bekasi. Alokasi anggaranya tentu saja dari APBD. Namun kegunaan KS tidak semua dapat dirasakan oleh masyarakat kota Bekasi.

Seperti yang baru- baru ini terjadi di sebuah Rumah Sakit dikota Bekasi. Yohanes (26), seorang Pasien Pengguna KS ini merasa kecewa dengan pelayanan Rumah Sakit  Mitra Keluarga Bekasi Timur (MKBT).

Diduga, ia mendapatkan pelayanan yang mengecewakan dari seorang dokter di Ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RS Mitra Keluarga Bekasi Timur. Senin (26/3)

Yohanes yang mencoba berobat pertama kalinya menggunakan Kartu Sehat (KS) ternyata tidak seperti yang ia harapkan. Dia yang ditemani oleh orang tuanya terlibat perdebatan dengan seorang dokter diruang UGD rumah sakit tersebut.

Diceritakan bahwa pada Sabtu (21/3)  Yohanes mengalami sakit lambung, setelah mendapatkan pemeriksaan dari dokter berinisial YK. Namun, dalam pelayanannya yang tidak memuaskan, dokter tersebut mempersilahkan pasien untuk pulang.

“Ya kan anak saya, dari rumah sudah muntah-muntah, bahkan sampai berwarna hitam dan bercampur titik darah, saya merasa anak saya butuh penanganan serius makanya kami antar ke RS MKBT karena dekat dengan rumah, kami coba menggunakan KS, tapi ternyata kayak gini. Kami kecewa…,” ungkap Aci, Orang tua pasien

Menurut keluarga pasien mengatakan bahwa keluarga sebelumnya sudah datang kesalah satu rumah sakit lain sebelum ia mendatangi RS Mitra Keluarga Bekasi Timur. Dirumah sakit lain itu, UGD menyarankan bahwa pasien tersebut harus di ambil tindakan (Endoskopi), namun pihaknya tidak mempunyai alat tersebut. Selanjutnya di sarankan ke RS lain yang tipe B karena dirumah sakit pertama adalah tipeC dan ternyata RS MKBT merupakan RS tipe B.

“Waktu di RS itu (MKBT) adu argumen dulu baru di infus, seakan sakitnya tak perlu tindakan cukup serius. Eh, pas di RS ini (EL) malah di katakan harus gunakan alat Endoskopi. Kok bisa beda analisanya…,” imbuhnya.

Atas kejadian ini, pihak keluarga mengaku akan mengadukan permasalah tersebut kepada Pemkot Bekasi.

Sementara itu, Ketika akan dikonfirmasi, pihak RS Mitra Keluarga Bekasi Timur belum bersedia memberikan keterangannya. Pihak Rumah Sakit mengaku akan melakukan komunikasi kepada keluarga pasien terlebih dahulu. (red)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.