Kasus e-KTP, Novanto Mengaku Dijebak

0
207
Sidang lanjutan kasus e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto (Foto: dok.garudanews.id)

JAKARTA (Garudanews.id) – Terdakwa kasus e-KTP setya Novanto mengaku dijebak dalam kasus yang saat ini tengah menjeratnya. Hal itu diungkapkannya saa membacakan nota pembelaan dalam sidang lanjutan kasus e-KTP di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat, (13/4).

Bahkan dalam pledoinya, mantan Ketua DPR itu mengaku didzolimi dengan kasus yang saat ini menjeratnya. Bahkan dia merasa dijebak oleh lawan politiknya agar perjuangannya dalam membesarkan Partai Golkar kandas.

Hal itu terungkap berdasarkan sejumlah kejanggalan yang dia alami selama persidangan berlangsung.

Selain itu, mantan Ketum Golkar itu juga mengungkap adanya jebakan yang dilakukan oleh Direktur PT Biomorf Lone Indonesia Johannes Marliem.

Hal tersebut diungkapkannya setelah dirinya mengikuti jalannya persidangan selama ini.

Sejak awal, kata Novanto, Johannes Marliem dengan maksud tertentu telah sengaja menjebaknya dengan merekam pembicaraan pada setiap pertemuan dengan dirinya.

Selain itu, Novanto juga menyesali pertemuan yang terjadi di Hotel Gran Melia Kuningan dengan pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman, dan mantan Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni.

“Saya sungguh menyesali pertemuan di Hotel Gran Melia Kuningan. Jika saja saya tidak bersedia ditemui saudara Andi Agustinus, Irman, dan Diah Anggraeni di Hotel Gran Melia mungkin saja saya tidak akan pernah telibat jauh dalam proyek KTP-e yang telah menyeret saya hingga duduk di kursi pesakitan ini,” ucap Novanto, saat membacakan nota pembelaannya di Pengadilan Tipikir Jakarta Pusat, Jumat, (13/4).

Terkait dengan adanya tuduhan dari Jaksa Penuntut Umum yang mengatakan bahwa adanya intervesi yang dilakuka oleh dirinya, melalui pledoinya Novanto pun membantah tudingan tersebut.

Dimana dalam tututan Jaksa, Novanto dianggap mengintervensi usulan pembiayaan penerapan KTP-elektronik Tahun Anggaran 2011-2013 dengan maksud untuk menguntungkan diri sendiri atau melobi orang lain.  (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here