Kasus Ratna Sarumpaet Diduga Sengaja Dimainkan oleh “Malaikat Palsu”

0
213
Ketua Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gema Berkarya, Muhammad Tasrif Tuasamu. (Foto:dok. garudanews.id)

JAKARTA (Garudanews.id) – Ketua Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gema Berkarya, Muhammad Tasrif Tuasamu angkat bicara soal kasus hukum yang menimpa Ratna Sarumpaet.

Ia menegaskan, bahawa kasus yang menimpa Ratna Sarumpaet tidak perlu dibesar besarkan. Publik jangan sampai terkecoh dengan penggiringan opini yang diduga sengaja dimainkan oleh kelompok tertentu guna mengalihkan isu bangsa yang lebih besar.

Menurutnya, publik jangan termakan dengan pemberitaan yang berkembang hari ini. Sebab, ada masalah bangsa yang begitu besar dan harus di selesaikan oleh pemerintah.

“Yang perlu publik beri perhatian adalah membanjirnya tenaga kerja asing dari Cina. Dan itu bakal mengancam kedaulatan bangsa. Tapi kenapa pemerintah, bahkan media seolah luput dengan persoalan tersebut,” ujar Tasrif kepada wartawan Sabtu, (6/10), malam.

Selain itu, kata Tasrif, masalah lain saat ini yang kurang mendapatkan perhatian publik adalah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Kondisi tersebut kalau tidak mendapat perhatian serius dari pemerintah akan semakin memperburuk kondisi ekonomi bangsa ditengah menurunnya daya beli masyarakat.

Persoalan tersebut, lanjut dia, bukan hanya akan menimbulkan krisis moneter jilid dua, akan tetapi dapat memicu kerawanan sosial. Karena, kalau rakyat sudah lapar, sementara harga bahan pokok melambung, hal yang terburuk yaitu muculnya tindakan kriminal dengan dalih mempertahankan hidup.

“Nah,  persoalan ini yang perlu mendapatkan perhatian serius bagi para elit di negeri ini. Bukan malah sebaliknya, menghembuskan isu murahan yang tidak ada kaitannya dengan persoalan bangsa,” ucap aktivis HMI ini.

Hal lain yang perlu mendapatkan perhatian publik adalah musibah gempa dan tsunami yang melanda sejumlah daerah di Indonesia. Seperti Lombok, Sumbawa dan belum lama ini menimpa masyarakat Sulawesi Tengah. Dan persoalan ini tentu setidaknya dapat menggugah rasa solideritas masyarakat untuk membantu para  korban ditengah  penderitaan.

“Jadi masyarakat jangan mau dibodohi dengan isu murahan yang sengaja dimainkan oleh segelintir elit di negeri ini jelang Pileg dan Pilpres,” tutur Tasrif.

Untuk itu, pihaknya mengajak masyarakat agar tetap tenang. Karena yang saat ini dihadapi indonesia bukan kasus Ratna Sarumpaet, tapi persoalan lebih besar yang tengah dihadapi bangsa Indonesia yaitu krisis kepemimpinan yang diikuti dengan krisis moral.

“Para elit sudah tidak malu untuk mengungkapkan berita bohong. Kebohongan Ratna Sarumpaet tidak berdampak pada perekonomian nasional. Tapi kebohongan pemangku kebijakan itu sangat berbahaya. Karena dampaknya sangat luas,” katanya.

Dia pun menduga banyaknya bencana yang terjadi saat ini melanda di sejumlah daerah, karena para elit yang kerap mengumbar kebohongan yang dibungkus dengan pencitraan.

“Sehingga Tuhan marah, kami mengimbau kepada para elit yang suka memerankan sebagai malaikat palsu agar segera sadar dan taubat. Jangan sampai menimbulkan kemurkaan Tuhan lagi,” kata Tasrif. (Sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here