Kedapatan Menyimpan Sabu, Warga Magelang Diamankan Polisi

29

MAGELANG (Garudanews.id) – pecandu sabu sabu Wahyu Try Wibowo (25) ditangkap Satuan Narkoba Polres Magelang di rumahnya di Dusun Punduha, Desa Jogonegoro, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Karena kedapatan mengkonsumsi dan menyimpan sabu sabu seberat 1,76 gram.

Kepada polisi, Wahyu mengaku bahwa sabu-sabu tersebut ia beli dari seorang napi di Nusakambangan melalui transfer bank BCA sebesar Rp 1.800.000. Selain dinikmati sendiri, sabu sabu tersebut ia pecah ke dalam lima paket plastik kecil.

“Saya konsumsi sendiri, saat ditangkap saya baru saja pakai. Saya diajak oleh Edy warga Pringtali. Ia yang mengenalkan saya pada Ipin dari Nusakambangan. Saya beli online dan barang diantar ke alamat yang ditunjukkan,” kata Wahyu usai menjalani pemeriksaan polisi, Kamis (16/3).

Pria pengangguran itu mengaku mencicipi sabu sabu pertama kali tahun 2015 saat merantau ke Jambi. Ia dikenalkan sabu sabu oleh warga Jambi bernama Ages. Menjelang Ramadhan 2016, Wahyu pulang ke Mertoyudan dan kemudian kembali bersentuhan dengan sabu sabu setelah berhubungan dekat dengan Edy, tetangga kampungnya.

Jika awalnya hanya sekedar mencoba saja, Wahyu pada September 2016 membeli sendiri 0,5 gram sabu seharga Rp 600 ribu. Merasa ketagihan, Wahyu membeli lagi pada Oktober 2016 bersama rekan-rekannya. Sempat tidak memakai, ia kembali membeli sabu-sabu seberat 1,76 gram seharga Rp 1.800.000 dari Ipin di Nusakambangan.

Wahyu mengaku sabu sabu sebanyak itu akan dipakai sendiri. Agar tidak diketahui keluarga, sabu sabu ia sembunyikan di dalam bungkus rokok dan diletakkan di halaman rumah. Namun keterangan Wahyu ini dimentahkan oleh polisi.

“Kalau hanya dipakai sendiri, terangka tidak akan memecah mecah bongkahan sabu sabu. Rugikan dong dipecah karena ada butiran yang menempel di plastik. Kalau dibagi ke dalam lima bungkus kecil pasti niatannya akan dijual lagi,” kata Kasat Narkoba AKP Eko Sumbodo.

Eko mengatakan, para pecandu biasanya akan menjual sebagian sabu yang ia beli. Hal ini akan memberikan keuntungan ganda yakni di satu sisi mereka bisa memakai sabu dan kedua meraih keuntungan dari hasil penjualan sabu sabu.

“Kami sudah mengamankan sejumlah barang bukti berupa paket sabu, pipet, bungkus rokok dan sendok kecil. Mereka akan kami jerat pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 dan atau pasal 127 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Jika terbukti mereka terancam hukuman penjara maksimal 12 tahun dan denda maksimal Rp 8 miliar,” kata dia. (SM/Red)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.