Kerap Bermasalah, Lion Air Disarankan Marger dengan Citilink

0
110
Pakar komunikasi politik, Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing. (Foto: dok.garudanews.id)

JAKARTA (Garudanews.id) – Berulangkali permasalahan menerpa maskapai Lion Air. Dari berbagi permasalahan tersebut, secara hipotetis bisa memperbesar kepercayaan publik, bahwa maskapai ini belum termasuk kategori aman untuk digunakan sebagai alat trasportasi udara.

“Untuk itu, menurut hemat saya, sudah saatnya perusahaan ini perlu instrospeksi diri secara internal dan menyampaikan kepada publik kekurangan-kekurangan yang ditemukan dalam pengelolaan Lion Air selama ini,” ujar Direktur Eksekutif Lembaga EmrusCorner,  Emrus Sihombing dalam keterangan persnya yang diterima garudanews.id, Kamis (8/11).

Emrus menilai, manajemen Lion Air tidak perlu harus menunggu desakan dari publik maupun yang bisa jadi berdampak keluarnya surat peringatan atau pemberian sanksi dari Kementerian Perhubungan.

“Belum kering air mata keluarga para korban jatuhnya Lion Air pekan lalu yang diduga kuat menewaskan semua penumpang, muncul kejadian baru pesawat yang lain dari maskapai ini menabrak tiang di Bandara Fatmawati Bengkulu,” ungkap pakar komunikasi ini.

Sebagai bagian dari pertanggungjawaban publik akibat manajemen Lion Air yang masih sangat memprihatinkan ini, lanjut Emrus, sudah saatnya maskapai ini menyatakan diri “istirahat” mengudara hingga batas waktu yang belum bisa ditentukan.

Menurutnya, masa rentang waktu “istirahat” itu, direksi perusahaan Lion Air perlu sungguh-sungguh berkontemplasi untuk menentukan satu pilihan dari tiga alternatif.

Pertama, mungkin ini saatnya para direksi mengambil keputusan bulat agar maskapai ini menyatakan diri untuk ‘istirahat” terbang selama rentang waktu yang belum ditentukan.

Yang kedua, kemungkinan mempertimbangkan mengganti direktur utama Lion yang mampu melakukan revolusi mental kepada segenap manajemen dan karyawan di maskapai ini, tanpa kecuali.

“Atau boleh jadi, perlu juga dipertimbangkan agar Lion Air merger dengan Citilink,” saran Emrus. (Edr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here