Korban Investasi Bodong Polisikan PT SGI 

0
550
2 orang warga Kota Baa mendatangi Polres Rote Ndao pada kamis(8/6) siang untuk melaporkan pengelola PT.SGI.( Dance Henukh )

ROTE NDAO (Garudanews.id) –Sejumlah korban investasi yang diduga bodong pada kemarin siang mendatangi Polres Rote Ndao untuk melaporkan pengelola PT.Smart Global Indotama (SGI) kepada Polres. Pantauan wartawan, sejumlah 2 orang nasabah PT.SGI mendatangi Polres di bagian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) untuk menyampaikan laporan polisi.

Kedua orang nasabah ini yakni salah satu kontraktor, Yakobis Klass, dan seorang Polwan di Polres Rote Ndao, Omega Wulandari.

Yakobis Klass, menyampaikan hari ini, dirinya mendatangi Polres Rote Ndao untuk melaporkan manajemen PT.SGI karena ia merasa ditipu oleh pengelola atau pihak PT SGI. Hal ini dikarenakan, dana investasi yang sebesar 10 juta yang sudah ia diserahkan pada 26 January lalu sampai hari ini baru dapat pengembalian sebanyak 4 kali yakni setiap bulan terima 30 persen dari jumlah investasi atau sebesar 3 juta.

Lanjut Yakobis Klass, setelah menerima selama 4 kali selanjutnya sampai hari ini dirinya belum terima pembayaran lanjutan lagi. Dikarenakan sudah menerima sebanyak 4 kali, ia juga menabung kembali atas nama istrinya denggan dana tambahan sebesar 10 juta tetapi sampai hari ini istrinya belum satu kali pun menerima bonus 30 persen seperti yang dijanjikan oleh pengelola PT.SGI di Rote Ndao.

Dirinya berharap, Polres Rote Ndao bisa secepatnya menindaklanjjuti laporan polisi dan menangkap  pengelola yang telah melakukan penipuan kepada ratusan warga Rote Ndao. Ia mengatakan, untuk menabung di PT.SGI, dirinya membuka pinjaman bersama istrinya di bank ternyata uang pinjaman yang ditabung di PT.SGI menghilang tanpa kepastian.

Dijelaskan Yakobis Klass, dari yang ia ketahui setiap anggota yang masuk mendaftar di PT.SGI maka pihak pengelola di Kab.Rote Ndao mendapatkan dana keuntungan sebesar 1 juta per nasabah. Ia mengatakan, di Rote banyak orang yang gabung dengan PT.SGI yakni ada pendeta, ada anggota DPRD, ada PNS, kontraktor, penjual bensin dan orang lainnya.

Yakobis juga mengatakan bahwa untuk urusan di Rote Ndao, PT.SGI mempunyai secretariat di bilangan Blok.M, Kelurahan Namodale, Kota Baa. Menurut Yakobis, setiap nasabah yang mau menabung di PT.SGI akan memberikan dana kepada pengelola dan kemudian akan ditranfer kepadasalah satu dari 3 rekening yang ada. “ Tinggal pilih rekening ada rekening PT.SGI, rekening atas nama Daniel Feoh, dan rekening Direktur, Fitman “ ujar Yakobis.

Korban lainnya, Omega Wulandari kepada HN menyampaikan dirinya tertarik mengikuti investasi di PT.SGI karena anggota keluarganya juga sudah lebih dalulu masuk dan menyampaikan kalau menabung di PT.SGI akan mendapatkanm bunga keuntungan sebesar 30 persen setiap bulannya dan akan diterima selama 10 kali. Lanjut Omega, dia investasi di PT.SGI pada bulan Maret 2017 lalu dengan berinvestasi sebesar 10 juta tetapi sampai dengan hari ini belum satu kali pun dirinya menerima bonus keuntungan seperti yang dijanjikan. “Saya satu kali pun belum terima “ ujar Omega.

Dikatakan Omega yang adalah seorang Polwan di Polres Rote Ndao, dirinya tertarik karena saat seminar pada November lalu di Kota Baa banyak orang berpendidikan dengan pekerjaan bagus yang masuk sehingga ia juga tertarik untuk investasi dana tabungannya sebesar 10 juta. Lanjut Omega, ia dan 2 orang anggota keluarganya gabung mengikuti SGI dibawah Erens Sinlaloe yang mengajak bergabung.

Kapolres Rote Ndao, AKBP Murry Mirranda kepada HN menyampaikan pihaknya akan langsung menindaklanjuti laporan polisi dari warga Rote Ndao yang sudah melaporkan bahwa telah menjadi korban dari investasi bodong PT.SGI. Dirinya berharap agar warga lainnya yang merasa menjadi korban untuk datang melaporkan kepada polisi. Kapolres Murry Mirranda juga menyampaikan akan menelusuri keberadaan PT.SGI di Rote Ndao. ( Dance henukh).

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here