KPK Didesak Tetapkan Tersangka Sekjen PKS Kota Bekasi

0
686
Muhamad Kurniawan (keempat dari kiri) saat sosialisasi dengan warga bersama anggota DPR RI Fraksi PKS, Sutriono.

JAKARTA (Garudanews.id)  – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak segera menetapkan tersangka Sekjen PKS  Kota Bekasi, Muhammad Kurniawan Eka Nugraha, atas dugaan keterlibatannya dalam kasus suap saat masih menjadi staf honorer anggota komisi V Yudi Widiana.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Nasional Corruption Watch (NCW) Syaiful Nazar, menanggapi kasus korupsi yang melibatkan anggota DPR komisi V dari fraksi PKS Yudi Widiana yang saat ini sedang bergulir di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.

Menurut Syaiful, dalam keterangan dari sejumlah saksi terungkap Kurniawan telah melakukan konspirasi jahat dalam melakukan tindak pidana korupsi.

“Maka tidak ada alasan, kami mendesak agar KPK segera menetapkan tersangka kepada Kurniawan. Apalagi, saat ini yang bersangkutan sudah menjabat anggota DPRD Kota Bekasi dan Sekjen PKS. Dikhawatirkan akan melakukan tindakan yang sama,” ungkap Syaiful kepada garudanews.id, di Jakarta, Kamis, (7/12).

Namun demikian, Syaiful menilai, dengan belum ditetapkannya Kurniawan sebagai tetsangka, saat ini KPK terus mengungkap pelaku lain.

Syaiful mengungkapkan, apa yang dilakukan oleh Kurniawan harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

“Karena itu suap. Meski saat itu Kurniawan  bukaan seorang pejabat, akan tetapi dia ikut terlibat dalam tidakan melawan hukum. Jadi dalam persoalan ini NCW segera mempertanyakan kepada KPK dan mendesak menaikan status Kurniawan yang saat ini masih menjadi saksi agar ditingkatkan sebagai tersangka,” tegas Syaiful.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jaksa penuntut umum (JPU) KPK mengungkapkan pembicaraan antara anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Yudi Widiana Adia dan rekannya, bekas staf honorer Fraksi PKS Muhammad Kurniawan Eka Nugraha.

Dalam perkara ini Yudi didakwa menerima Rp6,5 miliar dan 354.300 dolar AS (sekitar Rp4,6 miliar) atau totalnya sekitar Rp11,1 miliar dari Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa So Kok Seng alias Aseng terkait “program aspirasi” milik Yudi untuk pembangunan jalan dan jembatan di Maluku dan Maluku Utara dalam anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat 2016.

Berikut percakapan antara Yudi dengan Kurniawan yang diungkap dipersidangan:

“Semalam sudah liqo dengan asp ya,” kata Kurniawan dalam SMS kepada Yudi.

“Naam, brp juz?” tanya Yudi.

“Sekitar 4 juz lebih campuran,” jawab Kurniawan. 

“Itu ikhwah ambon yang selesaikan, masih ada minus juz yg agak susah kemarin, sekarang tinggal tunggu yg mahad jambi,” balas Kurniawan.

“Naam, yang pasukan lili belum konek lg?”, tanya Yudi.

“Sudah respon beberapa..pekan depan mau coba dipertemukan lagi sisanya,” jawab Kurniawan.

Lili yang dimaksud adalah Kepala Subdirektorat Perencanaan Sumber Daya Air Ditjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Lilik Retno Cahyadiningsih.

Pembicaraan itu terjadi setelah Aseng menyerahkan uang Rp2 miliar dan Rp2 miliar dalam bentuk rupiah dan dolar AS pada Mei 2015 kepada Kurniawan dan selanjutnya diberikan kepada Paroli yang mengantarkan uang ke Yudi.

Yudi juga pernah bercakap-cakap dengan Aseng menggunakan aplikasi “facetime” pada 30 Desember 2015 d irestoran Secret Recipe Senayan City Mall. Saat itu Kurniawan bertemu dengan Aseng.

“Kurniawan menghubungi terdakwa dengan menggunakan aplikasi Facetime setelah tersambung, Kurniawan menyerahkan `handphone` tersebut kepada Aseng,” tambah jaksa Iskandar Marwanto

Kurniawan lalu menerima 214.300 dolar AS dari Aseng. Kurniawan juga masih menerima parfum merek Hermes dan jam tangan merek Panerai yang disimpan dalam kotak “goody bag” warna putih. (Dar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here