KPK Minta Koruptor Dipindahkan ke Nusakambangan, Fahri: Itu Bukan Urusan KPK

0
141
Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah (ist)

BIMA (Garudanews.id) – Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak ada urusan mengurusi lembaga pemasyarakatan, terutama meminta agar para narapidana korupsi dipindahkan ke lapas Nusakambangan.

“Itu (urusan Lapas) bukan tugas KPK itu tugas pemasyarakatan. Soal yang lain-lain itu sudah ada mekanismenya sudah ada pengawasan,” kata Fahri Hamzah di Bima, Selasa 25/7/2018).

Menurut Fahri, saat ini KPK hanya mencari sensasi-sensasi saja melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT). Sebab, dalam pengawasan praktek-praktek di lapas pemerintah sudah membentuk saber pungli.

“KPK itu sebenarnya sudah bingung mau kerja apa karena itu KPK mau mengambil kerjaan orang,” kata politikus PKS itu.

Selain itu juga, ia menilai hukuman badan terhadap narapidana sudah mulai ditinggalkan. Alasannya, kata Fahri, saat ini banyak negara yang sudah memikirkan konsep penyadaran terhadap pelaku pidana.

“Konsep efek jera itu sudah ditinggal dari pembahuran hukum modern tapi yang ada itu sekarang penyadaran. Umur dari pengekangan itu hukuman badan itu makin hilang, sekarang ini dinegara-negara semakin sedikit yang menganut hukuman seperti itu,” jelasnya.

Sebelumnya, KPK sedang mengkaji peluang membangun lapas khusus koruptor. KPK bahkan ingin napi korupsi ditahan di Lapas Nusakambangan.

“Mengenai lapas khusus ini perlu dikaji. Bahkan kami di KPK dan Pak Saut, kalau mungkin di Nusakambangan saja sekalian,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, dilansir dari teropong senayan, Jumat (21/7/2018).

Pernyataan ini disampaikan Syarif terkait OTT Kalapas Sukamiskin terkait fasilitas mewah di sel dan izin keluar napi korupsi. (Red/Lya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here