KPK Siap Hadapi Gugatan Praperadilan Romahurmuziy

0
81
Tetsangka kasus dugaan suap Kemenag, Romahurmuziy alias Romy saat di Gedung KPK, Sabtu (16/3)

JAKARTA (Garudanews.id) – Tersangka kasus suap Kementerian Agama Romahurmuziy alias Rommy mengaku tidak tahu menahu soal uang yang ada di koper saat dilakukan operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Untuk itu, mantan Ketua Umum PPP itu mengajukan praperadilan atas penetapan tersangka dirinya.

Menanggapi gugatan praperadilan yang dilayangkan oleh Rommy, KPK menyatakan kesiapannya menghadapi praperadilan. Bagi KPK sendiri, praperadilan tersebut adalah hal biasa. Jadi, KPK pada hakekatnya siap saja menghadapi praperadilan yang diajukan tersangka yang mana saja.

Terkait permohonan prapeadilan Rommy itu sendiri, KPK sudah membacanya. Rommy mengklaim tak tahu-menahu soal tas berisi uang dalam operasi tangkap tangan (OTT).

“Secara prinsip kami pandang tidak ada hal yang baru dalam permohonan tersebut. Beberapa di antaranya bahkan kami pandang pemohon tidak memahami secara tepat beda pasal suap dengan pasal tipikor dengan kerugian keuangan negara,” kata Jubir KPK Febri Diansyah di Jakarta, Sabtu (13/4).

Sidang perdana praperadilan Rommy bakal digelar pada 22 April 2019. Saat ini Rommy masih berada di RS Polri karena sedang mengalami sakit dan dalam status pembantaran penahanan.

Rommy ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima duit suap dari Kepala Kantor Kemenag Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin. Muafaq dan Haris juga ditetapkan KPK sebagai tersangka pemberi suap. Keduanya diduga memberi suap senilai total Rp 300 juta kepada Rommy. Suap itu, disebut KPK, diberikan agar Rommy membantu proses seleksi jabatan keduanya. KPK menduga Rommy bekerja sama dengan pihak internal Kemenag. Alasannya, Rommy tidak memiliki kewenangan langsung untuk pengisian jabatan di Kemenag.

Sementara itu, Ketua Bidang Hukum, HAM dan Kebijakan Publik PP Muhammadiyah, Busyro Muqoddas menyebutkan, mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy bisa menjadi pintu masuk Komisi Pemberantasan Korupsi membongkar tuntas praktik dugaan korupsi jual beli jabatan di Kemenag.

Menurut Busyro, lembaga antirasuah tersebut dapat menyeret oknum-oknum tinggi di Kemenag ke pengadilan. “Rommy itu cluenya saja. Inti kasusnya kan jual beli jabatan. Jual beli jabatan bukan pada Rommy tapi yang punya otoritas. Apa itu? Ya Kemenag. Nah Kemenag kan menterinya PPP, di struktur PPP di bawah Rommy,” kata Busyro.

Kendati begitu, Busyro pesimis KPK di era kepemimpinan Agus Rahardjo Cs berani membongkar itu semua. Apalagi berkaca pada masalah internal KPK, di mana para penyidik serta penyelidiknya melayangkan petisi kepada pimpinan KPK karena merasa sering dihambat penanganan perkara. (Rel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here