KPK Tangkap Tangan Bupati Purbalingga Terkait Kasus Proyek Pembangunan

0
259
Bupati nonaktif Purbalingga, Tasdi tersangka suap yang menyeret nama politisi PDIP Utut Adianto. (ist)
JAKARTA (Garudanews.id) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menangkap tangan Bupati Purbalingga Tasdi beserta tiga orang lainnya. Penangkapan itu terkait penerimaan fee proyek pembangunan di kabupaten di Jawa Timur tersebut.
“Proyek pembangunan yang saya dapat informasinya, secara lebih rinci tentu saya belum sampaikan ya proyek pembangunan apa, tahun anggaran berapa tetapi indikasinya penerimaan uang itu bagian dari komitmen fee yang sudah dibicarakan sebelumnya,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, seerti dilansir dari harian terbit pada hari Senin (4/6).
Febri menyatakan total saat ini yang diamankan ada enam orang. Adapun rinciannya empat orang diamankan di Purbalingga sedangkan dua orang lainnya di Jakarta.
“Tadi sore menjelang Maghrib kami amankan sekitar empat orang di sana, ada kepala daerah kemudian pihak swasta, ada pejabat Unit Layanan Pengadaan (ULP) satu orang, dan juga ajudan. Empat orang kami amankan, sekarang sudah bersama tim dan sudah dilakukan beberapa tindakan awal ya, seperti pemeriksaan,” tuturnya.
Selain itu, kata dia, ada tim KPK lainnya secara pararel yang juga bergerak di Jakarta, Senin malam dan diamankan sekitar dua orang dari pihak swasta.
“Jadi, totalnya sejauh ini ada enam orang tetapi apakah nanti semuanya akan dibawa ke kantor KPK terutama yang di daerah, nanti tergantung hasil pemeriksaan di lokasi atau di Purbalingga tersebut,” ungkap Febri.
Direncanakan, kata dia, pihak-pihak yang diamankan di Purbalingga itu akan dibawa ke gedung KPK, Jakarta, Senin malam ini.
“Tetapi apakah semuanya atau akan bertambah itu belum bisa dipastikan tergantung kondisi di lapangan. Yang di di Jakarta saya kira tadi sudah diamankan dan sudah dibawa ya tetapi saya belum tahu persis jam berapa yang pasti tentu ada kebutuhan-kebutuhan awal dulu untuk pemeriksaan yang kami lakukan,” ujar Febri.
Pihaknya pun juga mengamankan sejumlah uang yang saat ini masih dalam proses perhitungan.
“Kami duga sejauh ini sudah terjadi transaksi dan itu terkait proyek yg ada di Purbalingga. Jadi itu yg bisa disampaikan saat ini. KUHAP memberikan waktu maksimal 24 jam sampai kami bisa menentukan status hukum dari pihak-pihak yang diamankan,” tuturnya.
Tasdi resmi menjabat sebagai Bupati Purbalingga sejak 15 Februari 2016. Sebelum menjabat orang nomor satu di Purbalingga, Tasdi merupakan Ketua DPRD Purbalingga dua periode, 2004-2009 dan 2009-2014.
Selain itu, Tasdi juga sempat menjabat sebagai Wakil Bupati Purbalingga 2014-2015. Ia saat ini juga menduduki posisi Ketua DPC PDI Perjuangan Purbalingga periode 2015-2020. (Red/Lya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here