KPU Adakan Sanksi Pidana Bagi yang Halangi Pemilih untuk Mencoblos

0
75
Komisioner KPU, Wahyu Setiawan

JAKARTA (Garudanews.id) – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Wahyu Setiawan mengingatkan untuk semua pihak agar tak menghalangi pemilih pada saat ingin memberikan hak suara politiknya pada Pemilu 2019. Hal itu bisa dikenakan sanksi pidana.

“Iya, ada sanksi pidana (bagi siapa pun yang menghalangi warga negara untuk memilih),” kata Komisioner KPU Wahyu, Jakarta, Selasa (16/4).

Berdasarkan Pasal 531 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017, setiap orang yang dengan sengaja menggunakan kekerasan menghalangi seseorang untuk memilih, membuat kegaduhan, atau mencoba menggagalkan pemungutan suara dipidana paling lama 4 tahun dan denda maksimal Rp 48 juta.

Ia pun ingin agar tak ada pihak mana pun untuk menghalangi masyarakat untuk melakukan pencoblosan. Terlebih memang sudah ada aturannya di dalam Pasal 531 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017.

Masyarakat Indonesia akan melakukan pesta demokrasi pada 17 April 2019 di setiap daerah masing-masing. Karena itu, pemerintah akan meliburkan setiap perusahaan pada saat pencobolsan nanti.

Komisioner KPU RI Viryan Aziz mengatakan, jika masih adanya suatu perusahaan yang mempekerjakan karyawannya pada saat pencobolosan, akan dikenakan sanksi pidana.

“Itu bisa sanksi pidana, enggak boleh menghalang-menghalangi hak pilih orang. Tapi sebagian besar Insya Allah tertib,” kata Viryan di Kantor KPU RI, Jakarta Pusat, Senin 15 April 2019. (Lip6/Sfa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here