La Nyalla Buka-Bukaan “Dapur” Gerindra

0
266
Ir. H. La Nyalla Mahmud Mattaliti, saat menggelar jumpa pers.

JAKARTA (Garudanews.id) – Founder La Nyalla Academia, Ir. H. La Nyalla Mahmud Mattaliti Kader Partai Gerindra yang selama ini loyal terhadap Prabowo Subianto dalam pemilihan Presiden RI 2014 lalu.
La Nyalla buka-bukaan terkait adanya permintaan sejumlah uang oleh pengurus Gerindra terhadap dirinya guna mendapatkan rekomendasi agar dapat lolos untuk mengikuti ajang Pilkada di Jawa Timur.

La Nyalla pun juga merasa di dzolimi, ia sempat digadang-gadang akan maju dalam bursa pencalonan gubernur di Pilkada Jawa Timur dari Partai Gerindra, namun salah satu syarat untuk mengeluarkan rekomendasi kepada dirinya, La Nyalla mengaku dimintai uang Rp.40 Miliar.

La Nyalla menceritakan, dirinya diberi surat tugas oleh Prabowo pada tanggal 9 Desember 2017 nomor 12-0036/B/DPP-GERINDRA/Pilkada/2017, untuk mengumpulkan dukungan partai dalam pencalonan dirinya. Selain itu, dia juga diminta Prabowo untuk menyiapkan uang saksi untuk seluruh TPS di Jawa Timur sebesar Rp 40 miliar.

“Saya dimintai uang Rp.40 miliar uang saksi, disuruh serahkan sebelum tanggal 20 Desember. Kalau tidak bisa saya tidak akan direkomendasikan, ” tutur La Nyalla kepada sejumlah awak media dalam konferensi pers di Restoran Mbok Berek, Jl Prof Dr Soepomo, Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (11/1).

La Nyalla juga merinci proses dirinya saat berupaya mendapatkan rekomendasi dari Gerindra. Semua dimulai saat dia diundang Prabowo menghadiri deklarasi pasangan Mayjen (Purn) Sudrajat-Ahmad Syaikhu, yang diusung di Pilgub Jabar 2018.

“Saya diundang Pak Prabowo tanggal 9, ada acara deklarasinya Pak Sudrajat. Saya dipanggil di dalam ruang kerjanya dan di situ ada Saudara Sugiono, ada Saudara Prasetyo, dan Pak Prabowo sendiri, menanyakan kesiapan saya,” ucap La Nyalla.

Saat ditanya soal kesiapan maju ke Pilgub Jatim, La Nyalla menyanggupi. Lalu, La Nyalla menyebut pembahasan uang mulai disinggung Prabowo.

“Kemudian Pak Prabowo mengatakan apakah saya siap uang, saya bilang saya siap kalau masalah uang. Dia tanya lagi, ‘Bisa kapan uang?’ Saya bilang, ‘Nanti saja, Pak, setelah rekom selesai, saya ada pengusaha-pengusaha muslim,” tutur La Nyalla.

La Nyalla mengatakan dirinya juga sudah menyiapkan uang sebesar Rp 5,9 miliar. Namun respons Prabowo saat itu membuatnya kaget.

“Dan saya sampaikan kalau saya sudah kasih keluar uang Rp 5,9 miliar diterima oleh Saudara Daniel dan sudah disampaikan ke Saudara Fauka. Nah, uang ini sudah keluar, Pak Prabowo juga kaget, ya saya ditanya, ya saya ngomong apa adanyalah,” jelas La Nyalla tanpa merinci lebih jauh.

“Sambil Pak Prabowo marah-marah sama saya, maki-maki saya. Saya dalam hati, nih orang kok sakit apa? Kok ngomongin duit Pilpres 2014, emangnya saya ikut campur sama duit Pilpres 2014,” imbuh La Nyalla.

La Nyalla menegaskan Partai Gerindra meminta uang sebelum mengeluarkan rekomendasi untuknya di Pilgub Jatim 2018. Dia merinci total uang yang telah dikeluarkannya.

“Yang pasti saya sudah keluar uang Rp 5,9 miliar. Saya juga sudah buka cek Rp 70 miliar sudah dibawa oleh Saudara Daniel ke Hambalang, Hambalang juga saya nggak tahu. Dan saya sudah sampaikan semua ini juga cair, kalau semua ini sudah resmi jadi calon gubernur, belum apa-apa saya udah diperes,” tuturnya.

Menurut La Nyalla, Waketum Gerindra Fadli Zon terlibat dalam proses upaya pencalonan dirinya maju di Pilgub Jatim 2018. Soal dimarahi Prabowo, La Nyalla juga sempat menceritakannya kepada Fadli.
“Fadli Zon. Saya kan ditelepon sama Fadli Zon, ‘Ini saya, Mas, ini untuk apa saya dipanggil sama 08, dimaki-maki, dimarah-marahin dan disuruh serahkan uang saksi? Loh saya datang ke sana itu buat dampingi ngasih rekom (Sudrajat), kok saya dimaki-maki, loh saya ini siapa? Prabowo ini siapa? Saya bukan pegawai dia, kok dia maki-maki saya?’” ucapnya.

Daniel yang disebut La Nyalla bernama lengkap Tubagus Daniel Hidayat. Ia merupakan bendahara saat La Nyalla berniat maju di Pilgub Jatim. Daniel, yang juga hadir dalam konferensi pers, menjelaskan lebih lanjut soal syarat uang itu.

“Saya dikerjain oleh oknum F ini dan dia mengancam saya. Di belakang saya ada ketua asosiasi advokat.’ Wah, sombong sekali, saya juga advokat. Saya ini ada 13 rekaman foto uang sampai ke rumahnya oknum F ada semua. Percakapan dari oknum F ini selalu saya rekam,” ungkap Daniel.

“Awalnya saya ngasih nggak pakai saksi, tapi saya dibilangin sama temen saya, ‘Masak elu ngasih duit Rp 2 M nggak pakai saksi?’ Karena nggak mau pakai tanda terima, akhirnya saya kalau mau nyerahin ke oknum F, saya masukin ke kantong HP saya, saya matikan (layar) HP saya, terus saya rekam. Jadi setiap transaksi ada rekamannya. Untuk ini-itu,” imbuh Daniel.

La Nyalla mengaku sanggup memenuhi permintaan uang saksi oleh Prabowo. Namun dia ingin agar uang saksi itu diberikan setelah pencalonannya di Pilkada Jawa Timur telah terdaftar di KPU, karena uang Rp. 40 Miliar harus diserahkan sebelum tanggal 20 Desember.

La Nyalla keberatan dengan permintaan Prabowo, akhirnya ia mengembalikan surat tugas yang diberi Prabowo.

“Tanggal 20 Desember saya kembalikan surat tugas. Padahal, saya sudah siapkan 300 miliar, tapi apabila sudah selesai pencalonan saya sebagai calon gubernur, baru saya taruh duit di situ. Ini belum apa-apa sudah minta duit, ya kabur kita,” ujarnya.

“Selama ini kita selalu komitmen untuk berjuang bersama membesarkan partai khususnya di Jawa Timur. Saya sudah membawa dan turut membesarkan bendera Gerindra bertahun-tahun di Jawa Timur, tapi balasannya sungguh menyakiti hati saya, pendukung serta kader-kader saya,” ujar La Nyalla saat konfrensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (11/1/2018) siang.

“Jika ada yang bertanya apakah saya masih di Gerindra, jawaban saya tidak. Ketika mereka (Gerindra, red) sudah tidak menganggap saya, maka saya juga tidak akan lagi menganggap mereka, dan saya tegaskan sekali lagi, saya tidak akan lagi membantu Prabowo Subianto,” tegas La Nyalla.

La Nyalla yang sebelumnya dianggap sebagai kader terbaik dan mampu menjadi calon Gubernur Jawa Timur, justeru tak diusung. Bahkan La Nyalla dipersulit, dengan harus menyetorkan sejumlah uang bernilai puluhan miliar ke Partai Gerindra.

Disaat La Nyalla telah bersedia dan dianggap mampu bersaing dengan calon lain, pada detik-detik akhir pendaftaran di KPU, Gerindra justeru berlabuh ke pasangan Gus Ipul-Puti Soekarno.
Secara resmi La Nyalla mengundurkan diri dari partai Gerindra, pengunduran dirinya dari Partai Gerindra tersebut, bentuk kekecewaan atas perlakuan partai berlambang kepala garuda yang dianggap zalim.

“Mohon maaf saya orang bego kalau masih mau mendukung Prabowo. Saya sudah berjuang habis-habisan dari 2009 sampai kemarin bendera Gerindra di Jawa Timur saya pasang. Balasannya dia sia-siakan saya. Saya tidak akan lagi di Gerindra,” tegasnya. (hnn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here