LAMI Dorong Pemerintah Batalkan Kontrak JICT antara Pelindo II dan HPH

0
1342
Ketua Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI), Jonly Nahampun. (Foto: dok.garudanees.id)

JAKARTA – Keberadaan pelabuhan Peti Kemas yang terletak di Tanjung Priok, Jakarta Utara dinilai memiliki peran strategis sebagai pintu gerbang perekonomian nasional.

Namun, sayangnya saat ini belum tergali dengan maksimal. Seperti dalam kontrak kerja dengan pihak swasta yang dinilai berpotensi merugikan keuangan negara.

Ketua Umum Lembaga Aspirasi Masyarakat Indonesia (LAMI), Jonly Nahampun mengatakan, kepemilikan saham pelabuhan Peti Kemas adalah PELINDO II bersama Jakarta Internasional ContainerĀ  Terminal (JICT) dan Hutchinson Port Holdings (HPH) yang memiliki saham PELINDO II 48,9 persen dan HPH 51 persen, koperasi pegawai maritim 0,1 persen dengan masa konsesi selama 20 tahun dari 27 Maret 1999 sampai dengan 26 Maret 2019.

“Jakarta Internasional Container Terminal (JICT) adalah pelabuhan peti kemas yang menangani 60% dari export,& Import Jabodetabek, artinya JICT berperan vital sebagai gerbang ekonomi nasional dengan pendapatan rata-rata sekitar Rp 3 triliun per tahun,” ucap Jonly, dalam keterangan persnya, Selasa (5/3).

Jonly mengungkapkan, masa kontrak Hutchinson Port Holdings (HPH) akan berakhir sekitar bulan Maret 2019, untuk itu pihaknya meminta kepada instansi terkait maupun pemerintah memberi perhatian khusus.

“Berdasarkan Pansus DPR RI terkait Pansus PELINDO II merekomendasikan untuk membatalkan perpanjangan kontrak Jakarta Internasional Container Terminal (JICT) dari 2019 sampai 2039 antara PELINDO II dan HPH karena terindikasi merugikan negara yang lebih menguntungkan pihak asing,” ujar Jonly.

Sebab, pelabuhan merupakan pintu masuk ekonomi nasional yang seharusnya pengelolaannya dikuasai oleh negara.

Terkait dengan hal tersebut, LAMI mendesak agar pemerintah membatalkan kontrak JICT antara PELINDO II dan HPH yang akan berakhir pada bulan Maret 2019.

“Hal itu dilakukan guna menyelamatkan pelabuban nasional sebagai aset strategis negara untuk masa depan Indonesia yang lebih baik,” tutupnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here