LLP-KUKM Gelar Smesco Music Expo 2018

0
167

JAKARTA (Garudanews.id) – Untuk kali kedua, Lembaga Layanan Pemasaran Koperasi, Usaha Kecil, dan Menengah (LLP-KUKM) menggelar Smesco Music Expo 2018 selama tiga hari, yaitu 19-21 Oktober 2018. event itu digelar di “Gedung Bundar” Smesco Indonesia.

Pameran itu melihatkan 35 produsen peralatan musik dan asesories dalam negeri. Kendati demikian, mereka yang ikut pameran termasuk produsen yang sudah punya pasar baik dalam maupun luar negeri. Direktur Direktur Bisnis dan Pemasaran LLP KUKM Armel Arifin mengungkapkan,   tujuan diadakannya Smesco Music Expo adalah untuk lebih memperkenalkan kepada masyarakat bahwa brand alat musik buatan asli Indonesia juga memiliki kualitas tidak kalah dengan buatan negara lain.

“Beberapa produk yang akan perkenalkan di event lini di antaranya bahkan sudah diundang ke luar negeri,”  kata Armel dalam jumpa pers mewakili Dirut LLP-KUKM Emilia Suhaimi, di gedung Smesco, Jakarta, Jumat (19/10). Beberapa di antaranya adalah mitra binaan Smesco Indonesia. Mereka, kata Armel, juga mendapat tempat untuk memajang produknya, yaitu di lantai  2.

Menurut Armel, Smesco Indonesia juga ingin mewadahi potensi yang ada di dunia pernusikan. “Kami  ingin memberikan wadah yang representatif  dan fasilitas yang memadahi audiens di dunia musik baik pengusaha, musisi, maupun peralatan musik, juga kegiaran penunjang laikknya, termasuk kuliner, kata Armel yang didampingi  Kepala Divisi Pemasaran Marianne Sumakud.

Selain berpameran, Smesco Music Expo 2018 di juga menggelar sejumlah kegiatan. Di antaranya adalah Beragam kegiatan menarik lainnya akan turut meriahkan acara tersebut mulai dari exhibition, music festival, accountic band competition, workshop, coaching clinic, guest star, lomba karya, food festival guitar speed competition, lipsync battle, maupun foto corner.

Juga diadakan business  audience yaitu pertemuan bisnis  antara  musisi, pengusaha di bidang musik dan alat2 musik,  lembaga musik, produk-produk dan asesories  musik, komunitas pecinta musik,  maupun fasilitator para pengusaha dalam bidang musik. “Dengan  demikian akan terjalin hubungan kerja sama setelah event ini digelar,” katanya.

Ada juga art performance dari Kojek Rap Betawi, stereowall, privatenumber dan foursecound. Kegiatan lainnya, ptogram CSR dalam bentuk penggalangan dana kemanusiaan bagi korban tsunami & gempa Donggala Palu Sulawesi Tengah. Acara yang digagas oleh Komunitas Bangga Jakarta (BaJak), Komunitas IBP (Indonesian Bass Player) dan didukung oleh komunitas2 musik di Jabodetabek. Dana yang terkumpul akan disalurkan melalui Yayasan Peduli Anak Indonesia (PENA).

Menurut Armel, beberapa stand mrngadakan workshop bagaimana melukis batik pada akat musik gitar, yaitu oleh G & G Guitars dari Yogyakarta. Tema workshop lainnya mengenai manajemen pemasaran, manajemen produksi, manajrmen SDM, juga masalah perpajakan, hak kekayaan intelektual (HaKI), hingga sosialisasi kredit usaha rakyat (KUR).

Untuk meramaikan event ini, LLP-KUKM mengundang kalangan musisi, grup band, sekolah menengah, komunitas musik, kampus-kampus dan sekolah.

“Agar para pengunjung betah, kami juga menggelar pesta kuliner, ada 20 jenis kuliner kami tampilkan di sini,”  ujar Armel.

Marianne memambahkan, produk-produk alat musik itu bahkan sudah punya pasar sendiri hingga manca negara. Contohnya gitar batik. Ditanya berapa target transaksi bisnis jual beli alat musik, Marriane menyatakan, sebanyak-banyaknya, baik transaksi dslam negeri maupun luar negeri. “Di akhir pameran kami akan umumkan berapa transaksi penjualannya berikut nilainya’, kami optimistis, lebih banyak dati rven tahun lalu,” kata Marianne lagi. (Edr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here