Mantan Pengacara Novanto Resmi Jadi Tersangka

0
237
Fredrich Yunadi

JAKARTA (Garudanews.id) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menetapkan tersangka mantan pengacara Setya Novanto, Fredrich Yunadi.

Fredrich menjadi tersangka kasus dugaan menghalang-halangi penyidikan (obstruction of justice) perkara korupsi pengadaan e-KTP-elektronik yang menjerat Setya Novanto.

Penetapan tersangka terhadap Fredrich diamini Kabiro Humas KPK Febri Diansyah. Namun Febri belum dapat merincikan pasal yang disangkakan kepada Fredrich.

“Ya (benar), informasinya sudah penyidikan. Sore ini akan diumumkan,” kata Febri saat dikonfirmasi sejumlah media, Rabu (10/1/2018).

Diketahui, saat KPK memulai penyelidikan dan penyidikan terhadap Novanto pada Oktober sampai November 2017, Fredrich menjadi kuasa hukum yang paling aktif membela mantan Ketum Golkar tersebut. Bahkan, ia menyarankan Novanto untuk tidak memenuhi panggilan penyidik KPK ketika itu, baik sebagai saksi maupun tersangka.

Fredrich juga setia mendampingi Novanto ketika menjalani perawatan di Rumah Sakit Medika Permata Hijau, Jakarta, usai mengalami kecelakaan pada akhir November 2017. Namun, ketika perkara Novanto akan masuk ke pengadilan, Yunadi tiba-tiba mundur sebagai kuasa hukum Novanto.

Sebelumnya, KPK juga telah mencegah Fredrich dan mantan kontributor MetroTV, Hilman Mattauch untuk berpergian ke luar negeri untuk enam bulan ke depan.
Selain kedua nama tersebut KPK juga mencegah mantan ajudan Novanto, AKP Reza Pahlevi dan seorang bernama Achmad Rudyansyah.

“Dicegah ke luar negeri selama enam bulan terhitung sejak 8 Desember2017,” kata Febri, Selasa (9/1) kemarin.

Febri menuturkan, surat pencegahan keduanya telah dilayangkan lembaga antirasuah ke Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM sejak 8 Desember 2017.

Lebih lanjut ia menjelaskan, pencegahan terhadap keempat orang tersebut dilakukan untuk kepentingan penyelidikan dugaan tindak pidana mencegah, merintangi, atau menggagalkan secara langsung atau tidak langsung penyidikan perkara korupsi KTP-el dengan terdakwa Setya Novanto.

“Karena dibutuhkan keterangannya dan saat dipanggil sedang berada di Indonesia,” tutur Febri.

Febri menegaskan, pencegahan Fredrich, Hilman, Reza, dan Achmad sudah sesuai dengan Pasal 12 ayat (1) huruf b Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.(TSN/RED)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here