Marak Galian C Ilegal, Warga Rote Ndao Desak Kepolisian Segera Bertindak

0
493
Ilustrasi

ROTE NDAO (Garudanews.id) – Dampak buruk penambangan pasir di Pantai Baubafan Desa Tebole Kecamatan Rote Selatan, mulai dirasakan oleh warga di sekitar lokasi. Mulai dari bibir pantai, rusaknya drainase sehingga air laut semakin naik memasuki ke perkampungan.

Pantauan di lokasi, di titik tambang pasir di bibir pantai sudah mulai terlihat aktivitas tambang yang tadinya dialiri air dijadikan jalan untuk lalu lalang truk pengangkut pasir , terlihat pendangkalan dan volume aliran air semakin mendekati ke rumah-rumah warga.

Salah seorang tokoh adat, dari dusun Nggelabiti desa Teboleh,Yacop Daniel Lada mengatakan, warga di sekitar lokasi tambang meminta aktivitas tambang pasir segera ditutup total.

Mereka pun telah meminta kepada pemerintah setempat untuk memberlakukan moratorium tambang pasir Sebab, tambang yang telah berlangsung selama Tiga tahun ini tersebut tak dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Tambang pasir ini sudah menyengsarakan masyarakat. Sedikit manfaat yang dirasakan warga. Kebanyakan dampak negatifnya, seperti rusaknya jalan akibat tonase angkutan pasir yang berlebih, air keruh, drainase rusak, dan tanggul hilang tergerus pertambangan,” kata Yacop Lada saat dimintai keterangan, Kamis (25/10).

Sebelumnya, kata Yakop pihaknya telah mencoba berkomunikasi dengan para pengusaha legal maupun ilegal untuk segera menghentikan tambang. Bahkan Dinas Pertambangan daerah setempat telah mendatangi lokasi dan bertemu dengan antara warga dan kepala desa teboleh papi dethan.

“Paling sekarang kita fokus menghentikan para penambang di sini. Sedangkan, bagi pengusaha legal, selama mereka mengikuti aturan yang berlaku tidak akan ada penghentian operasi,” tambah Yakop.

Pertambangan pasir pantai baubafan seharusnya sudah dihentikan sejak 2 tahun yang lalu. Soalnya selama ini telah banyak kerusakan yang ditimbulkan oleh aktivitas hanya karena gara-gara kendaraan yang melewati.

Sementara itu, Kepala Desa Tebole saat  ditemui media ini di kediaman Kamis (25/10) mengimbau kepada masyarakat agar tidak menjadi pengepul pasir.

“Saya tegaskan kepada aparat desa dan warga agar tidak lagi mengumpulkan pasir lagi. “Walau sudah ada yang terkumpul tapi masyarakat jangan jual lagi karena di dalam desa juga ada butuh pasir,” katanya.

Pihaknya juga akan mengirimkan surat tembusan kepada pemerntah kecamatan dan kepolisian agar dapat menindak para penambang ilegal. (Dance)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here