Melalui Pentas Seni Islam, Ponpes Ababil Satukan Keberagaman  

0
840
Ketua Panitia acara Lomba Pentas Seni Hadroh dan Qasidah, Ariyanto. (Foto: Garudanews)

BREBES (Garudanews.id) – Guna menyatukan tali silaturahim antar kelompok masyarakat dan mempererat persatuan dan kesatuan umat, Pondok Pesantren (Ponpes) Ababil, Desa Langkap Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes Jawa Tengah menggelar acara lomba ketangkasan dan pentas seni yang bernafaskan islam.

Acara yang di ikuti oleh puluhan grup peserta lomba dari wilayah Brebes Selatan itu, menampilkan seni Hadroh dan Qashidah yang di ikuti dari grup kalangan santri dan masyarakat umum, dengan kategori beberapa penilaian yang dilombakan.

Ketua Panitia lomba, Ariyanto mengatakan, bahwa acara yang diselenggarakan ini dimaksudkan untuk menyatukan kelompok masyarakat ditengah keberagaman faham dan madzhab agar bersinergi dalam menjunjung tinggi ukhuwah islamiyah.

“Kondisi bangsa ini sedang krisis aqidah, satu sama lain berlomba menunjukan bahwa dirinya paling benar, sikap toleransi dan budaya santun yang diajarkan oleh baginda nabi Muhamad seolah luntur dan tercabut dari akarnya. Beberapa kejadian yang mengatasnamakan islam dan sesama islam saling bergesekan. Hal itu terjadi karena sikap ananiyah (kesayaan) yang timbul dari kelompok satu dengan yang lain,” ungkap Ariyanto kepada garudanews, usai membuka acara lomba pentas seni di Pondok Pesantren, Sabtu, (15/4).

Dengan acara lomba dan pentas seni yang bernafaskan islam, kata Ariyanto, diharapkan dapat memotivasi umat islam khususnya masyarakat Brebes Selatan dalam menjunjung tinggi Kebhinekaan. Selain itu, menggali potensi yang dimiliki generasi muda dalam memaknai seni islam yang penuh kedamaian.

“Seni mengajarkan keindahan. Gerak rampak yang dimainkan oleh peserta seni hadroh misalnya, menunjukan kebersamaan. Satu sama lain saling beriringan membentuk suatu irama yang indah. Coba saja dalam Islam kita satu sama lain saling beriringan meski pakaian organisasi berbeda tapi tetap menjaga kesatuan dan persatuan umat, jadi terlihat islam itu indah,” ujarnya.

Pemenang lomba pentas Grup Hadroh GCS Assalafi Slawi Manggis Kecamatan Sirampog, Brebes. (Foto: garudanews)

Dia menambahkan, bangsa ini butuh generasi yang santun dan damai, tanpa melihat latar belakang ras, sikap ego sektoral yang ada pada generasi muda hanya memunculkan petensi konflik . Untuk itu, dirinya mengajak kepada generasi muda untuk meningkatkan kreativitas diri.

“Dengan meningkatkan kreativitas pada diri generasi muda khususnya dibidang seni yang bernuansa islam, kami yakin akan menangkal segala jenis tindak pidana, seperti kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba,” tandasnya.

Lanjut Ariyanto, Islam mengajarkan untuk menebarkan kedamian. Di acara lomba pentas seni ini nampak antusiasme peserta, meski berbagai latar belakang pemahaman dan mazhab. Tapi mereka saling sapa dan guyub (bersatu) dalam menunjukan kebolehannya menampilkan seni yang islami. Meski dalam panggung kompetisi, akan tetapi suara mereka satu, yakni menjunjung tinggi nilai islam yang rahmatanlilalamin.

Diketahui, acara lomba pentas seni bernafaskan islam itu juga dalam rangka menyambut bulan Rojab yang mulia, dan memperingati 10 tahun Pondok Pesantren Ababil. Dalam lomba pentas seni Qasidah tersebut keluar juara satu grup Al Barokah dari Desa Kalijurang Tonjong, kemudian disusul grup Mustika Nada dari Munggang Sari, Cilibur Paguyangan. Juara ketiga dari grup Nirwana Caruban Linggapura Tonjong.
Sementara untuk grup Hadroh, yang menjadi juara satu adalah grup Hadroh GCS Assalafi Slawi Manggis Kecamatan Sirampog, didusul juara kedua grup musik Nurrul Mustopa, Taraban Paguyangan. Juara ketiga, dari grup hadroh Nurrul Qolby, Dk. Beran Cilibur Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes.

Terpisah, pengasuh Pondok Pesantren Ustadz Isro Mustofa, memberikan apresiasinya kepada peserta lomba.

“Meski jarak mereka dengan tempat diadakannya lomba ini cukup jauh, tapi atusiasme peserta cukup tinggi. Kami harap acara seperti ini, kedepannya terus berkelanjutan. Selain itu sekaligus memperkenalkan kepada masyarakat, bahwa pesantren Ababil merupakan pesantren unggulan yang mengedepankan pendidikan ahlakul karimah dan mengajarkan ketrampilan kepada santrinya,” ujar Ustadz Isro.

Ustadz Isro menambahkan, Pesantren adalah pendidikan yang tepat untuk mendidik generasi penerus umat dan bangsa ditengah gempuran budaya barat dan kemajuan teknologi. Menurut dia, kalau hal itu tidak dibentengi dengan nilai-nilai agama, tidak menutup kemungkinan generasi muda kedepan semakin tidak terarah dan pada gilirannya menjadi generasi yang krisis moral.

“Seiring dengan kemajuan teknologi dan maraknya media sosial yang berkembang, banyak sekali informasi yang datang tapi tidak memiliki filter. Dengan adanya generasi muda yang mondok di pesantren diharapkan dapat menangkal pengaruh negatif yang berkembang di medsos,” tandasnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here