Mengaku Telah Bertemu Dengan Sejumlah Petinggi Partai, Gatot Siap Nyapres

0
173
Jendral TNI Gatot Nurmantyo Bersama Para Ulama / foto Istimewa

JAKARTA (Garudanews.id) – Memasuki tahun politik, sejumlah tokoh terus mensosialisasikan diri kepada masyarakat dan menyatakan untuk maju dalam laga Pemilihan Presiden pada tahun 2019 mendatang.

Tidak ketinggalan, mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang dikenal dekat dengan ulama dan tokoh masyarakat itu mengaku yakin bisa mendapatkan tiket ke Pilpres 2019.

Gatot pun menegaskan siap maju menjadi capres pada pilpres mendatang.

“Harus yakin (dapat tiket),” kata Gatot di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (8/5).

Gatot mengatakan hal itu usai menyambangi Ketua MPR Zulkifli Hasan di kantornya Gedung MPR RI Senayan. Dalam pertemuan itu, hadir pula Sekjen PAN Eddy Soeparno.

Namun, ia membantah pertemuannya dengan Zulkifli terkait dengan penjajakan koalisi Pilpres 2019. Ia merasa kurang etis berbicara soal koalisi dengan Ketua MPR.

Menurut Gatot, pertemuannya dengan Zulkifli dalam kapasitas sebagai rakyat yang menemui wakil rakyat.

“Saya datang ke sini (dalam)  kapasitas Pak Zul sebagai Ketua MPR, saya sebagai rakyat,” ujarnya.

Gatot menjelaskan, sebagai mantan Panglima TNI, jiwa patriotnya tidak bisa dihapuskan sampai titik darah penghabisan. “Tugas apa pun yang diberikan bangsa dan negara saya terima, termasuk presiden,” ungkap Gatot.

Oleh sebab itu, demi memuluskan langkah maju ke Pilpres 2019, ia sengaja bersilaturahmi melakukan lobi-lobi kepada tokoh-tokoh senior nasional.

Di antaranya adalah Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri hingga Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

“Saya sudah ke Pak SBY, saya sudah ke Bu Mega, Pak Zulkifli (Ketum PAN Zulkifli Hasan), barusan,” kata mantan Kasad ini seperti ditayangkan dalam video 20D. “Sudah ke Pak Prabowo (Ketum Gerindra Prabowo Subianto), Cak Imin (Ketum PKB Muhaimin Iskandar) sudah minta waktu,” ujarnya.

Namun ia tak mau berbicara secara terang-terangan soal parpol yang jadi incaran untuk berkoalisi mengusungnya. Gatot hanya memastikan koalisi parpol itu sesuai dengan aturan UU Pemilu No 7/2017.

Bahwa ambang batas pemilihan presiden sebesar 20% dari kursi DPR atau 25% suara sah nasional pemilu legislatif. Artinya, partai politik dapat mencalonkan presiden dan wakil presiden jika menduduki setidaknya 20% kursi DPR.

Gatot sebelumnya juga pernah bertemu dengan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto. Pertemuan tersebut berlangsung saat Gatot mendekati masa pensiunnya di TNI.

Gatot bahkan mengaku sempat diajak bergabung ke Partai Gerindra oleh Prabowo. Namun, ia menyatakan belum bisa menjawab hal itu karena saat itu masih berstatus sebagai prajurit TNI.

“Beliau menyampaikan, ‘Kalau nanti mau bergabung saya terbuka’. Saya bilang, ‘Pak, saya belum bicara masalah itu, karena Bapak sama dengan saya’.” kata Gatot mengulang pembicaraannya dengan Prabowo.

“Apabila saya jadi Bapak, dan Bapak jadi saya, ditanya, sebagai seorang negarawan dan patriot, pasti Bapak jawabannya sama dengan jawaban saya kalau Bapak yang ditanya. Pak Prabowo lantas bilang, ‘Iya ya, enggak boleh berpolitik praktis ya’,” ucap Gatot menirukan respons Prabowo.

Bertemu Jokowi

Lebih jauh Gatot Nurmantyo mengakui pernah bertemu pula dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat dirinya telah pensiun dari TNI.
Ia mengaku bertemu Jokowi untuk mengucapkan terima kasih karena telah dipercaya menjadi Panglima TNI. (Mhd)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here