Mengapa Bupati Anna Harus Mundur?

0
64
Anna Sophanah

INDRAMAYU (Garudanews.id) – Keputusan akhir mengenai pengajuan pengunduran diri Bupati Indramayu, Anna Sophanah, akan ditentukan oleh Kemendagri. Pengunduran diri Anna diyakini tak akan mengganggu jalannya pemerintahan.

Anggota Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Indramayu, M Alam Sukmajaya, menjelaskan, surat pengajuan pengunduran diri Bupati Indramayu, Anna Sophanah, diterima DPRD Indramayu pada 30 Oktober 2018.

Menyikapi surat tersebut, DPRD Indramayu akan menggelar rapat paripurna dengan agenda Penyampaian Pengumuman Pengunduran Diri Bupati Indramayu Masa Jabatan 2016-2021 dan Persetujuan DPRD. “Rapat paripurna akan digelar Rabu (7/11),” ujar Alam, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (6/11).

Alam menyatakan, rapat paripurna itu harus memenuhi quorum 2/3 dari 50 anggota dewan. Di hadapan anggota dewan, Bupati Anna akan menyampaikan secara langsung pengunduran dirinya maupun alasan di balik pengajuan tersebut.

Saat itulah, anggota dewan yang hadir akan menentukan suara mereka untuk menyetujui atau menolak pengajuan pengunduran diri dari Bupati Anna. Keputusan anggota dewan itu selanjutnya akan dikirimkan ke Kemendagri melalui gubernur Jabar.

“Apapun keputusan DPRD Indramayu, keputusan akhirnya ada di Kemendagri,” terang anggota DPRD dari Fraksi Partai Golkar tersebut.

Alam menambahkan, pengajuan pengunduran diri bupati Indramayu itu tidak mengganggu jalannya pemerintahan di Kabupaten Indramayu, termasuk pembahasan APBD 2019 yang kini sedang berlangsung. Dia mengatakan, semua hal tersebut tetap berjalan sebagaimana mestinya.

Ketua FPKS DPRD Indramayu, Ruswa, membenarkan, apapun keputusan DPRD Indramayu dalam rapat paripurna pada Rabu (7/11) terkait pengunduran diri Bupati Anna Sophanah, namun keputusan akhirnya tetap ditentukan oleh Kemendagri. “Apapun hasil paripurna di DPRD Indramayu, setuju atau tidak setuju, keputusannya ada di tangan Kemendagri,” tegas Ruswa.

Seperti diketahui, Bupati Indramayu, Anna Sophanah, mengajukan surat pengunduran diri dari jabatannya sebagai orang nomor satu di Kabupaten Indramayu. Surat itu diajukan ke DPRD Indramayu pada 30 Oktober 2018.

Anna Sophanah – Supendi sebelumnya ditetapkan oleh KPU Indramayu sebagai bupati dan wakil bupati Indramayu terpilih periode 2016-2021. Penetapan itu dilakukan melalui rapat pleno yang digelar di kantor KPU setempat, Sabtu, 23 Januari 2016.

Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan KPU Kabupaten Indramayu Nomor : 02/Kpts/KPU-Kab/Im.011.329110/I/2016 tentang Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Terpilih Pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Indramayu Tahun 2015.

Anna Sophanah-Supendi diusung oleh Gerindra, PKS, dan Demokrat. Pasangan itu juga didukung oleh Partai Golkar.

Mengapa harus mundur?

Pihak keluarga Anna pun memberikan penjelasan dibalik pengunduran diri tersebut.

Penjelasan disampaikan oleh Daniel Mutaqien Syafiuddin, putra dari Anna Sophanah.

Melalui akun Facebook-nya yang diunggah pada Selasa (6/11) sekitar pukul 16.00 WIB, Daniel menjelaskan alasan di balik pengajuan pengunduran diri yang dilakukan ibunya sebagai Bupati Indramayu.

Menurut Daniel, alasan yang paling mendasar dari pengajuan pengunduran diri Anna Sophanah adalah masalah keluarga. Dia mengatakan, ibunya sulitnya membagi waktu untuk keluarga dan tugas pemerintahan.

Daniel menjelaskan, kondisi kesehatan ayahanda Anna, Mama Adji, sudah sangat menurun. Selain itu, sepeninggal ibunda Anna, Mimi Anih, beberapa bulan yang lalu, juga telah meninggalkan penyesalan yang panjang kepada diri Anna.

“Ditambah lagi, kondisi kesehatan Pak Yance (suami Anna) yang sedang menurun dan butuh perhatian penuh dari Ibu Anna. Akhirnya beliau dengan berat hati mengambil keputusan ini,” tutur pria yang juga menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar tersebut.

Daniel mengungkapkan, tidak ada sedikitpun niat dari ibunya untuk mencederai demokrasi ataupun mengkhianati amanah yang sudah diberikan oleh rakyat. Ibunya sangat yakin, Wakil Bupati Indramayu, Supendi, dapat menjalankan dan melanjutkan program dengan sangat baik.

“Terakhir, selaku anak dan perwakilan keluarga, saya memohon doa kepada seluruh masyarakat agar Ibu selalu diberikan kemudahan dan petunjuk dari Allah SWT terhadap apapun yang menjadi langkah dan keputusan beliau, selalu diberi kesehatan, dan kebahagiaan di dunia dan akhirat,” kata Daniel.

Daniel juga mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya atas segala dukungan yang telah diberikan selama delapan tahun ibunya memimpin Kabupaten Indramayu. Dia pun menyampaikan permohonan maaf yang sedalam-dalamnya atas segala kekurangan dan kebijakan-kebijakan ibunya yang tidak bisa memuaskan seluruh masyarakat Kabupaten Indramayu. (Rep/Sfa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here