MUI Kabupaten Bogor Himbau Masyarakat Tidak Mudah Termakan Berita Hoax

0
588

Kabupaten Bogor ( Garudanews.id ) – Maraknya isu hoax terkait penganiayaan ulama membuat gerah masyarakat. Banyak warga yang membicarakan adanya isu orang gila yang mengancam para Ulama. Salah satunya terjadi di Desa Citeko, Kecamatan Cisarua.

Salah satu warga, Parno, Mengatakan, isu itu masuk ke kampungnya. ” Sekarang kalau malam banyak remaja masjid yang ikut ronda. Karena adanya isu isu orang gila yang mencari ulama. Tapi malah jadi bagus, kalau malam ada teman ronda” ujarnya.

Sebelumya, pada hari Selasa, 06/02 kemarin tersebar berita Hoax yang mengatakan adanya ustadz yang dianiaya di Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Namun setelah dilakukan pemeriksaan oleh Polres Bogor, ternyata, orang tersebut bukan ulama namun seorang petani yang bernama Sulaiman. ” Dia di aniaya oleh tetangganya sendiri yang juga masih ada hubungan kerabat. Pelaku di duga juga mengalami gangguan jiwa. Korbanya bukan Ustadz tapi seorang petani, ” Ujar AKPB Andi Moch Dicki pada hari Rabu, 07/02.

Menyikapi hal tersebut, Ketua MUI Kabupaten Bogor, Dr.KH.Ahmad Mukri Aji, MA.MH mengeluarkan himbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh Isu Hoax.

” Kami minta masyarakat untuk tetap tenang terkait adanya isu hoax. Terutama tentang Isu Penyerangan Ustadz Oleh ODGJ” ujar KH. Ahmad Mukri kepada awak media.

“Boleh jadi berita yang tersebar itu valid, boleh jadi itu adalah hoax. Perlu di klarifikasi lebih lanjut. Diharapkan tidak menjadi
sahwa sangka, fitnah atau negatif thingking, itu merusak sistem komunikasi di elemen masyarakat. Kejadian yang dikatakan Ulama diserang oleh orang gila, butuh klarifikasi. Ini yang gila siapa, ulama nya siapa. Itulah perlunya validasi info ” ujarnya.

” Kasus yang terjadi di Cigudeg yang katanya Ustad, ternyata kan bukan Ustadz. Lalu pelakunya yang di sebut gila kan juga perlu dijelaskan. Maka diperlukan perhatian kepada orang yang dianggap sakit jiwa untuk diobati bukan disakiti. Jangan sampai malah menjadi korban main hakim sendiri. Para ulama, Kyai, Ustad dan ajengan kita tidak perlu takut. Ada hikmah untuk waspada. Hidupkan lagi siskamling, hidupkan lagi budaya Silih Asah, Silih Asih dan Silih Asuh” paparnya.

” Jangan sampai kita terjebak pada berita fitnah yang menjadi pemicu terpecah belahnya masyarakat. Kita saling menginfokan kejadian kejadian yang benar. Kita memuji kinerja Muspika dan Muspida yang bergerak cepat terkait masalah ini. Sehingga hidup kita tenang, damai saling mendoakan dan kuatkan jaringan informasi” Pungkasnya. Cj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here