Naiknya Harga Cabai Membuat Pengusaha Makanan Atur Strategi

0
451
harga cabai merangkak naik

JAKARTA (Garudanews.id) – Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI) Adhi S Lukman menyebutkan, kenaikan harga cabai membuat beberapa pengusaha industri makanan mengalami kerugian. Sehingga banyak pengusaha makanan harus memangkas margin atau keuntungan agar tidak menaikkan harga jual.

Menurut Adhi, kenaikan harga cabai merupakan kenaikan yang sementara, bukan permanen. Hal ini membuat pengusaha di bidang makanan dan minuman tidak bisa menaikkan harga begitu saja.

“Kenaikan harga cabai itu hanya sementara, sedangkan secara nasional supply cabai itu cukup. Tapi ini dipengaruhi oleh cuaca saja,” kata Adhi saat ditemui Garudanews. Id,  di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jum’at(17/3).

Adhi menjelaskan, untuk mengatasi kerugian biasanya para pedagang mengganti cabai besar dengan cabai formula, seperti cabai pasta dan cabai kering. Tapi tak banyak juga pengusaha yang tetap menggunakan cabai besar untuk menjaga kualitas makanananya.

“Itu tergantung masing-masing perusahaan, mereka kan beda-beda strateginya. Tapi pasti memangkas margin secara otomatis. Yang penting mereka tetap berproduksi, karena kalau tidak berproduksi sehari saja kerugiannya besar,” imbuhnya.

Sementara itu, Asih (35) pedagang cabai di pasar Bekasi Jawa Barat mengatakan harga cabai saat ini cenderung belum normal. Meski terjadi penurunan, kata dia, tapi belum begitu signifikan.

“Beberapa minggu yang lalau, harga cabai disini sempat mencapai Rp180.000. Sementara, pasokan dari luar juga jarang masuk. Tapi saat ini agak mendingan, terjadi penurunan di kisaran Rp140.000-150.000,” kata Asih kepada Garudanews.id, Sabtu (18/3).

Untuk itu, dirinya meminta kepada pemerintah agar bisa mengendalikan harga cabai. Karena dengan tingginya harga cabi, pendapatannya Asih jadi berkuran.

“Ternyata naiknya satu produk pertanian, imbasnya ke yang lain,” tukasnya. (Sep)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here