NCW Desak Kejari Rote Bekerja Profesional

0
343
Kantor Kejari Ba'a Kabupaten Rote Ndao.

ROTE NDAO (Garudanews.id) – Ketua Umum Nasional Corruption Watch (NCW) Syaiful Nazar,  meminta Kejaksaan Negeri Rote Ndao agar profesional dan tegas dalam menyikapi segala bentuk tidak pidana korupsi yang terjadi di wilayahnya.

Hal tersebut dikatakan Syaiful, menyusul dengan adanya aduan sejumlah warga masyarakat yang mengeluhkan lambannya penanganan kasus korupsi yang diduga mangkrak.

Selain itu, pihaknya juga mendesak Kasi Intel Kejari Rote agar segera mengusut kasus dugaan penyelewengan dana desa (DD) Lidamanu, kecamatan Rote Tengah kabupaten Rote Ndao yang telah lama dilaporkan oleh sejumlah warga.

“Kami meminta Kasi Intel memberikan penjelasan terkait dengan adanya informasi miring atas dugaan penyelewengan dana desa yang diduga melibatkan Kades Lidamanu. Karena berdasarkan informasi yang berkembang kasus tersebut seperti dipetieskan,” ujar Syaiful saat diminati keterangannya, Rabu 31/10).

Menurut dia, berhembus kabar bahwa pihak Kejari Rote diduga “masuk angin” terkait dengan penaganan kasus yang dinilai telah menciderai masyarakat desa Lidamanu.

Sebelumnya, tokoh masyarakat desa Lidamanu, Obet Killa mengaku kecewa dengan tindakan yang di lakukan oleh Kasi Intel Kejari Ba’a, Rote Ndao dan stafnya.

Hal tersebut berdasarkan pernyataan saudara Feki Siubelan yang mengatakan kasus desa Lidamanu tidak akan di proses.

“Menurut pengakuan Feki bahwa yang periksa dirinya terkait kasus dana desa Lidamanu adalah Frans Adu, yang merupakan adik kandungnya. Kalau demikian terjadi, kami yakini kasus itu sulit untuk diungkap,” ujarnya.

Sedangkan dalam kasus tersebut, kata dia, masyarakat sudah berusaha menyerahkan  surat-surat berupa dukumen ( RAB) bukti-bukti fisik dan juga keterangan yang sudah diberikan bersama bukti fisik pekerjaan kepada Kasi Intel Kejari Ro sejak bulan September.

Untuk itu,  pihaknya berharap agar Kejari Rote dapat mengusut tuntas kasus dugaan penyelewengan dana desa tersebut yang melibatkan kepala desa bersama Ketua TPK dan aparat desa Lidamanu.

“Dari data yang disampaikan masyarakat kepada Kasi Intel Kejari Rote tercatat besar dugaan kerugian keuangan negara mencapai Rp300 juta rupiah. Jumlah ini merupakan akumulasi penyelewengan dana desa dari tahun 2017,” katanya.

Pihaknya pun mempertanyakan jika dalam waktu tiga bulan kasus desa Lidamanu belum juga di proses oleh Kejari Ba’a.

“Maka kami masyarakat akan mendatangi kantor Kejari Ba’a untuk pempertanyakan kasus ini,” kata Obet Killa dengan geram. (Dance)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here