Netizen Kutuk Bapak dan Anak Pemerkosa Siswi SMP di Rote Ndao

0
1786
Ilustrasi tahanan (ist)

ROTE NDAO (Garudanews.id)  – Kasus pemerkosaan yang menimpa Melatii (bukan nama sebenarnya)  melibatkan anak dan bapak,  menuai berbagai kecaman dari netizen.

Seperti yang dilansir garudanews pada Kamis (7/3) melalui akun facebook atas nama djelas bebas bicara (media komunikasi anak NTT) memberikan sumpah serapahnya kepada pelaku pemerkosaan.

“Pelaku harus dihukum seberat beratnya,” tulis akun facebook atas nama Fikthoria Soruh.

Sementara, akun atas nama Yosniang Mongko, mengomentari agar mereka (pelaku) berdua digantung di proyek Hambalang.

“Ni mrka dua buka proyek hambalang ni kasih dong gantung,” ucapnya.

Kecaman lain datang dari igho rappz, dalam koemtarnya terkait dengan aksi biadab yang dilakukan oleh bapak dan anak yang kompak memperkosa siswi SMP tersebut, ia meminta dua pelaku agar di tembak mati. “Tembak mati aja,” tulis akun igho rappz.

Sebelumnya, Siswi SMP di Kabupaten Rote Ndao, (sebut saja Melati) menjadi korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan kekasih bersama ayahnya.

NMP, orang tua korban mengatakan, berdasarkan keterangan dari anaknya, awalnya korban menolak ajakan bersetubuh dari JA pelaku yang merupakan ayah GA (kekasih korban).

Namun, pelaku GA dan JA memaksa, sampai membanting tubuhnya. Bahkan celana korban langsung dirobek oleh dua pelaku tersebut.

“Pelaku mengajak bersetubuh, tetapi korban menolak terus. Hingga akhirnya pelaku memaksa dan membanting korban di batu batuan dan celana korban di robek dan di setubuhi,” kata NMP saat dikonfirmasi garudanews.id, melalui sambungan teleponnya Rabu malam (06/03).

Ia mengaku shock dengan kejadian yang menimpa anaknya itu, karena memang sebelumnya tidak mengetahui kalau anaknya tersebut bakal menjadi korban kebiadaban kekasihnya bersama bapaknya.

Korban yang masih di bawah umur itu juga tidak mengerti dampak yang akan terjadi setelah disetubuhi pelaku. Karena pemerkosaan terjadi berturut turut siang dan malam selama delapan hari di hutan belukar.

“Saya orang tua lihat kondisi anak saya seperti orang kebingungan. Dan kondisinya saat terus melemah,” tutur warga Desa Limakoli, Kecamatan Rote Tengah, Kabupaten Rote Ndao itu. (Dance Henukh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here