Nusantara Regas Tambah Pasokan Gas untuk Listriki Jakarta

15

JAKARTA (Garudanews.id) – Perusahaan patungan antara Pertamina dan PGN, Nusantara Regas, menyatakan siap menambah kapasitas pengiriman gas hingga 37 kargo pada tahun ini. Peningkatan itu berdasarkan rencana kebutuhan PLN untuk melistriki wilayah Jakarta dan sekitarnya sepanjang 2019.

Direktur Utama Nusantara Regas, Mochamad Taufik Afianto, menjelaskan, pada tahun 2018 total pengiriman gas untuk PLN wilayah Jakarta sebanyak 33 kargo. Sebagai catatan, gas yang diproduksi oleh Nusantara Regas berasal dari gas alam cair atau liquefied natural gas (LNG) yang dibuat di Floating Storage Regasification Unit (FSRU) Nusantara Regas Satu di Teluk Jakarta.

“Untuk tahun ini, kita sudah lakukan program pengiriman tahunan. Informais yang kita dapatkan, PLN mengindikasikan (kebutuhan) hingga 37 kargo,” kata Taufik di Pulau Ayer, Kepulauan Seribu, Jakarta, Kamis (14/3).

Saat ini, PLN menjadi satu-satunya mitra Nusantara Regas dalam memasok gas dari LNG. Pasokan gas tersebut digunakan untuk membangkitkan tiga pembangkit listrik, yakni PJB Muara Karang, PJB Muara Tawar, dan IP Tanjung Priok, dilansir dari Republika.

Sejak beroperasi tahun 2012, Nusantara Regas mampu memasok gas sebesar maksimal 500 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Sedangkan FSRU yang dimiliki memiliki kapasitas penyimpangan LNG sebanyak 125 ribu meter kubik yang dipasok dari kilang LNG Bontang dan Tangguh.

Meski begitu, Taufik menambahkan, pihaknya tidak akan hanya bertumpu pada bisnis regasifikasi gas untuk PLN. Saat ini, Nusantara Regas tengah menyiapkan pengembangan bisnis berupa fasilitas offloading LNG.

“Offloading itu jadi LNG yang dimiliki Nusantara Regas dipindahkan ke kapal yang lebih kecil untuk dikirim ke daerah-daerah terpencil yang membutuhkan LNG,” kata Taufik.

Ia mengatakan, pengembangan bisnis Offloading LNG merupakan salah satu upaya diversifikasi dalam bidang jasa. Sebab, kata dia, kebutuhan LNG dari waktu ke waktu sebagai bahan baku gas siap pakai akan terus meningkat. Hal itu didasari pada ketersediaan gas lapangan yang kian hari terus berkurang. (Sfa)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.