Oprasi Pasar Terkait Kelangkaan Gas Melon Dinilai Belum Dapat Membantu Masyarakat

0
305
Masyarakat desa Leuwimalang, sedang mengantri menukar gas melon kosong. (Foto: Muklis/garudanews.id)

BOGOR (Garudanews.id) – Operasi pasar gas elpiji melon bersubsidi yang dilakukan oleh pihak Pertamina (SPBE) kabupaten Bogor yang sempat menghilang seminggu ini dianggap belum cukup membantu masyarakat yang membutuhkannya. Hal tersebut telah dirasakan oleh seorang warga desa Leuwimalang kecamatan Cisarua kabupaten Bogor Jawa Barat, yang tidak kebagian gas melon akibat pendistribusianya dibatasi,oleh pihak SPBE.

“Iya kang, saya sebagai warga Leuwimalang, dengan adanya operasi pasar gas elpiji ini ternyata tidak dapat membantu sama sekali. Buktinya saya sendiri tidak kebagian,” ucap warga tersebut kesal.

Sementara itu Kepala Desa Leuwimalang, Yayan Nuryana menjelaskan dengan adanya operasi pasar gas melon tersebut di desanya Jumat, ( 8/12) kemarin, diharapkan dapat menekan gejolak di masyarakat akibat kelangkaan gas elpiji 3kg yang menghilang dalam beberapa hari belakangan ini.

“Kami selaku Kepala Desa sudah berusaha membantunya untuk selalu diadakan operasi pasar gas melon tiga kilo gram ini kepada pihak SPBE di Ciawi. Walaupun kami sangat paham akan beresiko dengan dibatasinya gas tersebut, makanya pasti ada yang tidak kebagian. Apalagi cuma 400 buah saja. Sementara masyarakat kami ribuan yang membutuhkannya. Jadi wajar saja kalau ada protes dan tidak puas dari masyarakat kami,”.ucap Kades Leuwimalang

Dia juga menjelaskan, bahwa pada dasarnyapihak Desa sudah berupaya dan menindaklanjuti dari hasil laporan masyarakat yang kesusahan dalam satu minggu ini mencari bahan bakar gas melon tersebut dan operasi pasar gas melon ini sudah yg kedua kalinya.

“Cuma bedanya tahun lalu gas melon diadakan sebanyak 650 buah,” jelas Yayan. (Mukhlis)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here