Panwaslu dan KPU Dituding Ada Konspirasi Dalam Pilkada Rote

0
867
Ratusan massa yang tergabung dalam Antra saat melakukan demo di kantor Panwaslu Rote Ndao, Sabtu, (7/7).

ROTE NDAO (Garudanews.id) – Lembaga Amanat Penderitaan Rakyat Nusantara (Antra) kembali melakukan demo ke Kantor Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) terkait dengan ketidakpuasan terhadap hasil pemilu Rote Ndao yang dinilai mencederai demokrasi.

Kedatangan para pendemo tersebut ingin menanyakan secara langsung kepada Ketua  Panwaslu yang dituding berpihak kepada salah satu calon pasangan peserta pilkada  namun sayangnnya Ketua Panwaslu berada di Kupang.

Setelah melakukan negosiasi,  akhirnya pendemo yang diwakli oleh 10 orang diizinkan masuk untuk menemui anggota Panwaslu yakni Hasan dan Ardi Lay.

Ketua Antra menyoal hasil rekomendasi panwaslu terhadap sejumlah pelangaran yang dilaporkan, namun sayangnya jawaban dari salah satu anggota Panwaslu, Ardi Lay dinilai tidak memuaskan.

Bahkan Ardi menilai bahwa aduan tersebut tidak memenuhi unsur.  Atas pernyataan tersebut akhirnya memicu kemarahan ketua Antra.

“Salah satu contoh, sesuai dengan PKPU membuka segel kotak saja sudah masalah, tetapi kenapa Vidio yang beradar KPU mendapampingi PPK membuka segel dan mengambil kotak suara untuk ditukar tapi tidak ada temuan,” ujar Ketua Antra, Yunus Panie,  Sabtu,  (7/7).

Bukan itu saja, lanjut dia,  kenapa hasil laporan money politik di desa Oebau ada intervensi kadus  yang dilaporkan lengkap dengan video dan rekaman tetapi panwas tidak menindaklajuti.

“Panwas berulang kali sengaja tidak tahu, bahkan yang  lucu lagi Panwas tidak hafal sejumlah PKPU,” tegas dia.

Yunus panie berharap agar  Panwas memiliki nurani.

“Karena beberapa kali didemo,  Panwaslu seperti sengaja keluar dari Rote Ndao,” tandasnya.  (Dance)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here