Pasca Tahun Baru, Harga Kebutuhan Pokok Naik

0
32
Sembilan bahan pokok (Sembako) (Foto: Ist)

BOGOR (Garudanews.id) – Pasca  tahun baru, kini harga-harga kebutuhan pokok seperti cabai, bawang, dan sayur-mayur melonjak naik.

Pantauan garudanews.id di Pasar Ciawi Bogor, kebutuhan pokok, harga cabai, bawang, dan beberapa jenis sayur dan beras merangkak naik.

“Harga cabai dan bawang melonjak naik, bahkan sejak menjelang Natal 2017 dan Tahun Baru lalu. Cabai merah Rp 45 ribu per kilo, cabai hijau Rp 32 ribu per kilo, cabai rawit harganya melonjak tinggi yakni Rp 55 ribu per kilo, bawang merah Rp 28 ribu per kilo dan bawang putih Rp 20 ribu per kilo,” kata Rudi Hermawan salah satu pedagang di Pasar Ciawi Bogor kepada garudanews.id, kamis (11/1/2018).


Kata Rudi, sebelum tahun baru harga cabai hijau masih berkisar Rp 28 ribu per kilo, cabai rawit di bawah Rp 50 ribu per kilo, bawang merah Rp 24 ribu per kilo dan bawang putih Rp 18 ribu per kilo.


“Sawi kini harganya Rp 7 ribu per kilo, harganya cukup tinggi sejak Natal. Sebelum Natal harganya hanya Rp 5 ribu. Naik karena stok tidak banyak,” terangnya.


Lanjut dia, selain cabai dan bawang, harga sayur seperti wortel, kentang, sawi pahit, serta daun bawang, juga ikut melonjak naik setelah tahun baru.
Dijelaskannya, harga wortel saat ini dijual Rp 10 ribu per kilo, sebelumnya masih Rp 6 ribu perkilo, kentang Rp 12 ribu per kilo sebelumnya Rp 10 ribu per kilo.

Kemudian,  daun sop-prei kini harganya Rp 30 ribu per kilo, sementara sebelum Natal harganya hanya Rp 20 ribu per kilo, bahkan hari-hari sebelumnya hanya dijual Rp 12 ribu per kilo. Daun bawang dijual Rp 30 ribu per kilo, sedangkan di bulan Desember 2017 lalu harganya masih Rp 20 ribu per kilo.
“Harga-harga naik karena setelah tahun baru, stok barang tidak banyak,”bebernya.


Kenaikan harga bahan pokok dikeluhkan oleh masyarakat. Wahyuni, seorang pembeli mengaku bingung dengan kenaikan harga, apalagi dirinya membuka usaha warung nasi kecil-kecilan.

“Setiap harga-harga naik bahkan beras pun harganya naik, harga beras yang paling murah Rp 10 ribu per litar. Saya bingung mau dinaikkan atau tidak dagangan saya. Karena yang beli dagangan saya hanya orang-orang biasa,” pungkasnya. (ded/pend)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here