Pasokan Listrik Mulai Dipulihkan Pasca Gempa di Hokkaido

0
141
Gempa di Hokkaido (ist)

HOKKAIDO (Garudanews.id) – Pasca gempa yang menimpa pulau Hokkaido, Jepang Kamis pekan lalu, terus memakan korban. Jumlah korban yang meninggal kini meningkat menjadi 44 orang dan 660 luka-luka.

Menurut Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jepang, sekitar 2.500 orang masih tinggal di pusat-pusat pengungsian. Itu setelah tanah longsor mengubur rumah-rumah dan hujan deras di akhir pekan. Rumah-rumah lainnya di sekitar daerah itu pun jadi rentan terkena longsor.

Sementara itu pasokan listrik masih terbatas. Pemerintah berusaha memulihkan pasokan listrik ke semua pelanggan di sana. Namun menteri perdagangan Hiroshige Seko meminta pengusaha dan 5,3 juta penduduk di pulau itu menghemat listrik dan menggunakan 20% saja dari penggunaan biasanya. Ini untuk mencegah pemadaman lebih lanjut.

Begitu pula produsen mobil Toyota Motor Corp memutuskan untuk menangguhkan pekerjaan di sebagian besar pabrik perakitan. Sejak Senin lalu, pihak Toyota menghentikan produksi di 16 dari 18 pabrik perakitan mobil domestik di sana.

Pabrik komponennya di Tomakomai, Hokkaido, yang membangun transmisi dan komponen lainnya. Toh, pihaknya sedang mempersiapkan untuk melanjutkan produksi selama shift malam saja. Sedangkan shift siang ditiadakan. Diperkirakan pada Kamis, aktivitas Toyota di situ kembali pulih.

Gempa yang berkekuatan 6,7 skala Richter itu memang nyaris melumpuhkan pulau Hokkaido. Akses udara untuk ke pulau terhambat.

Jurubicara pemerintah Yoshihide Suga, mengatakan bahwa sebuah tim yang terdiri dari sekitar 40.000 pasukan Pasukan Bela Diri, polisi, petugas pemadam kebakaran dan lainnya sedang bekerja membersihkan puing-puing dan operasi pembersihan lainnya. “Tidak ada lagi warga yang hilang,” katanya pada Rabu (12/9).

“Sangat penting sekarang bagi semua penduduk, bisnis, pemerintah, dan pemasok listrik untuk bekerja bersama menuju tujuan penghematan energi 20%,” kata Seko. (Gtr/Lya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here