Pemerintah Gencar Sosialisasikan P3DN

0
85
Aktivitas pabrik garmen di Jawa Tengah. (ist)

JAKARTA (Garudanews.id) – Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah tengah gencar menekankan pentingnya penguasaan teknologi dan peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN). Hal ini dikuatkan dengan Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan.

Sektor padat karya, meliputi seperti industri tekstil, produk pakaian dan kulit, furnitur, perhiasan, dan mainan. “Sektor ini menyumbangkan nilai tambah hanya tujuh persen, karena seiring kemajuan teknologi yang pesat seperti otomasi di sektor manufaktur,” ujar Airlangga, Jumat, (5/1).

Oleh karena itu, Kemenperin tengah memacu sektor tersebut melalui program pengembangan industri padat karya berorientasi ekspor. Upaya yang telah dilakukan adalah mengusulkan agar sektor ini mendapatkan insentif fiskal berupa pemotongan pajak penghasilan yang digunakan untuk reinvestasi.

“Fasilitas tax allowance yang akan diberikan untuk sektor padat karya, dihitung dengan basis jumlah tenaga kerjanya. Kalau mereka mempekerjakan sebanyak 1.000, 3.000 atau di atas 5.000 tenaga kerja itu akan diberikan skema tax allowance tersendiri. Ini sedang kami bahas dengan Kementerian Keuangan, yang diharapkan industri padat karya kita semakin kompetitif di tingkat global,” paparnya.

Bahkan, Menperin menambahkan, pihaknya juga telah mengajukan pemberian insentif fiskal bagi industri yang mengembangkan pendidikan vokasi dan pusat inovasi. Untuk industri yang melaksanakan program vokasi, akan mendapat insentif pajak 200 persen. Sementara, industri yang membangun pusat inovasi akan mendapat insentif pajak 300 persen.

“Strategi pembangunan industri yang berkelanjutan difokuskan pada peningkatan nilai tambah melalui inovasi dan pengembangan teknologi industri, pengembangan pola produksi yang dapat mengurangi pemborosan sumber daya, serta mengintegrasikan industri nasional dalam global value chain,” pungkasnya. (Dar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here