Pemerintah Lanjutkan 222 Pengerjaan Proyek Strategis Nasional

0
210
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution /foto Istimewa

JAKARTA (Garudanews.id) – Menko bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, setelah dilakukan evaluasi yang melibatkan kementerian/lembaga (K/L) terkait, pemerintah memutuskan akan melanjutkan pembangunan 222 Proyek Strategis Nasional (PSN) yang diharapkan paling lambat pada kuartal III/2019 sudah mulai dilakukan pembangunan konstruksinya.

Di sisi lain, pemerintah mengedrop 14 proyek pembangunan dari Proyek Strategis Nasional.

Darmin Nasution menjelaskan, ke-222 Proyek Strategis Nasional itu terdiri atas 69 proyek jalan, 51 bendungan, 29 kawasan ekonomi khusus/kawasan industri/kawasan pariwisata, 11 proyek energi, 10 pelabuhan, 8 proyek air bersih dan sanitasi, 6 bandara, 6 irigasi, 6 proyek smelter, 4 proyek teknologi, 3 proyek perumahan, 1 proyek pertanian dan kelautan, 1 proyek tanggul laut, 1 proyek pendidikan, 1 program pesawat terbang, serta 1 program agraria dan kehutanan.

“Estimasi nilai investasinya lebih dari Rp4.100 triliun,” kata Darmin kepada wartawan usai mengikuti Rapat Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (16/4) sore.

Adapun yang didrop dari kelompok Proyek Strategis Nasional itu, menurut Menko Perekonomian, diantaranya proyek pembangunan kereta api Jambi-Palembang, pembangunan rel kereta api Provinsi Kalimantan Timur, sistem penyediaan air minum regional Mebidang (Medan-Binjai-Deli Serdang) Sumatra Utara, bendungan Pelosika di Sulawesi Tenggara, dan Kawasan Ekonomi Khusus Merauke.

“Total nilai proyek yang didrop dari Program Strategis Nasional adalah Rp264 triliun,” ujar Darmin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here