Pemerintah Targetkan Tahun 2019 Swasembada Bawang Putih

0
482
Distribusi bawang putih hasil impor dari Tiongkok dan Selandia Baru (Garudanews.id)

JAKARTA (Garudanews.id) – Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan guna mewujudkan swasembada bawang putih di tahun 2019, pihaknya perlu membutuhkan lahan yang luas. Diperkirakan untuk mewujudkan target tersebut, dibutuhkan sekitar 60 ribu hektare lahan.

“Dengan adanya harga bawang yang bergejolak ada hikmahnya, seharusnya kita swasembada rencana besarnya 2033, tapi kita lompat insha Allah 2019 atau 2020 sudah swasembada. Kita percepat 13 tahun,” katanya seusai penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan BPK RI di Jakarta, Senin, (5/6).

Ia menuturkan, dengan dimajukannya target swasembada bawang putih sebagai hikmah bergejolaknya harga komoditas pangan itu belakangan ini.

Ia mengatakan selama ini hampir 90 persen bawang putih masih harus diimpor. Jumlahnya mencapai sekitar 500 ribu ton dengan nilai mencapai Rp20 triliun. 

“Kalau kita selesaikan 60 hektare, Rp20 triliun devisa bisa kita selamatkan. Pendapatan petani juga bisa kita selamatkan,” tambahnya.

Amran mengatakan pihaknya akan memaksimalkan potensi lahan yang ada, yakni 4 juta hektare tanah tadah hujan dan 21 juta hektare bekas rawa-rawa. 

“Tanah tadah hujan 4 juta hektare ini kalau kita bangunkan bisa paling tiga kali panen. Petani kita bisa mendapatkan Rp150 triliun-Rp200 triliun pendapatan. Kedua ada rawa-rawa 21 juta hektare. Bisa bangun pabrik gula bersama swasta Kalau ini dibangunkan kita jadi raksasa pangan di dunia,” katanya. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor bawang putih dari China per April 2017 mencapai 22.650 ton. Sedangkan impor bawang putih dari India pada periode yang sama mencapai 1.971 ton. 

Kendati kini mengimpor, Indonesia pernah mencapai swasembada bawang putih sepanjang 1990 hingga awal 1988 silam. (ant/red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here