Pemkab Diminta Perketat Pengawasan Pengerjaan Infrastruktur

0
244

ROTE NDAO (Garudanews.id)  – Proyek pengaspalan dilakukan ketika kondisi jalan masih dalam keadaan basah akan sangat berpengaruh pada konstruksi. Meskipun bisa, hasilnya pun tidak maksimal.

Akibatnya aspal akan mudah terkelupas dan pecah dalam waktu tidak terlalu lama, atau paling tidak setelah dilewati kendaraan bermuatan berat.

Begitulah potret jalan Kabupaten di Rote Ndao yang didanai oleh APBD. Ada dugaan pengerjaan sejumlah titik infrastruktur jalan dikerjakan oleh kontraktor yang tidak profesional.

Seperti pantauan garudanews.id, proses pengaspalan,  jalan tersebut dalam keadaan basah inilah yang terjadi di ruas jalan Hotmix Desa Kuli tepat di kantor Desa Kuli Aisele, Kabupaten Rite Ndao, Provinsi Nusa Tenggara Timur NTT.  Entah disengaja ataupun tidak, atau kurangnya pengawasan dari instasi terkait sehingga pengaspalan jalan basah ini telah terjadi.

Para warga yang berada di sekitaran Desa itu tepat di sisi ruas jalan tersebut banyak bertanya-tanya seperti yang dituturkan oleh salah satu warga.

“Memang aspalnya nempel kuat ya? bukannya yang sudah-sudah juga bakalan cepet rusak? ini pengawasnya gimana sih?” ujar Mikel kepada garudanews.id, Jumat, (12/1).

Selain itu, tepat di perempatan jalan tak jauh dari lokasi pengaspalan, sering terjadi luapan air ketika hujan lebat dan membawa sampah hingga ke pusar jalan di sekitar jalan tersebut. Hal tersebut terjadi karena sistem drainase yang kurang baik, dan kontrol jalan berbentuk cekungan sehingga air hujan dan air dari jalur drainase sulit untuk mengalir.

Dia pun berharap, kedepannya perbaikan seperti pengaspalan jalan agar diawasi oleh instansi terkait.

“Jangan sampai kejadian yang seruap terulang kembali. Seperti mengaspal jalan dalam kondisi masih ada genangan air,” ujarnya. (Dance H)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here