Pemkot Bekasi Gekar Deklarasi Anti Terorisme Dan Radikalisme

0
116
Deklarasi anti terorisme Pemkot Bekasi.

BEKASI (Garudanews.id) – Maraknya aksi terorisme yang terjadi belakangan ini, membuat Pemkot Bekasi mendeklarasikan gerakan anti terorisme dan radikalisme.

Mengambil tempat di ruang Nonon Sontani, Pemkot Bekasi, Penjabat (Pj) Wali Kota Bekasi, R. Ruddy Gandakusumah, beserta Dandim 0507/bekasi dan Kaplorestro Bekasi Kota serta tokoh agama Kota Bekasi berkomitmen untuk memerangi segala bentuk terorisme dan radikalisme di Indonesia, Rabu (16/5).

Diawali dengan pembacaan deklarasi anti terorisme dan radikalisme yang dilakukan oleh Ketua PCNU Kota Bekasi, KH. Zamakhsyari Abdul Majid, yang kemudian diikuti oleh perwakilan kelima agama di Kota Bekasi, kegiatan tersebut berlangsung khidmat.

Pada kesempatan itu, Pj Wali Kota Bekasi, R. Ruddy Gandakusumah, meminta kerjasamanya dari semua lini dalam memerangi bentuk-bentuk terorisme dan radikalisme .

“Mari kita bahu-membahu menjaga Kota Bekasi yang kita cintai ini dari ancaman tersebut, sehingga terbangun rasa aman dan nyaman bagi warga Kota Bekasi,” ujarnya.

Sambung Ruddy, deklarasi ini dilakukan tidak lain sebagai bukti bahwa warga Kota Bekasi tidak takut akan aksi terorisme yang ada saat ini.

“Dilaksanakannya deklarasi anti teroris ini merupakan bentuk bahwa masyarakat Kota Bekasi tidak takut terorisme,” tambah ruddy.

Berikut isi Deklarasi anti terorisme dan radikalisme yang dibaca dan diikuti kelima perwakilan tokoh agama, diantaranya sehubungan dengan terjadinya tragedi pengeboman di tiga lokasi gereja di Surabaya serta beberapa aksi teror yang terjadi akhir-akhir ini hingga menimbulkan korban jiwa maupun luka berat atau ringan , maka kami masyarakat Kota Bekasi menyatakan sikap sebagai berikut :

1. Mengutuk keras tindakan terorisme , radikalisme dan tindakan apapun yang bisa mengancam stabilitas nasional serta keutuhan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).

2. Aksi tersebut tidak ada kaitannya dan bukan merupakan aksi teror keagaman. Karena tidak ada satupun agama yang mengajarkan kekejaman dan penganiayaan terhadap umat manusia .

3. Menindak tegas perilaku terorisme, radikalisme dan penyebar berita HOAX sesuai hukum yang berlaku.

4. Agar setiap warga masyarakat Indonesia khususnya yang berada di Kota Bekasi tetap bersatu dan tidak ikut terprovokasi oleh aksi teror yang menggoyahkan negara kesatuan republik Indonesia.

5. Negara dan rakyat tidak boleh kalah dan tidak boleh takut terhadap semua perilaku terorisme dan radikalisme yang terjadi di Indonesia.

6. Mengucapkan bela sungkawa dan duka cita mendalam terhadap korban terorisme yang terjadi di Indonesia. (Gir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here