Pencurian Kendaraan Bermotor Di Wilayah Kota Bekasi Masih Tinggi

0
274
Kapolsek Bekasi Selatan KomPol. Bambang SM didampingi Kabid Humas Polres Metro Bekasi Kota KomPol. Erna Ruswing Andari menyampaikan hasil penangkapan Curanmor di wilayah Bekasi Selatan.

BEKASI, (Garudanews.id) – Kota Bekasi masih rawan tindak kejahatan, beberapa kejahatan mewarnai awal tahun 2019. Setelah beberapa waktu lalu seorang wartawan menjadi korban begal, pencurian kendaraan bermotor di beberapa tempat, kini Polres Metro Bekasi Kota kembali meringkus pelaku kejatahan dengan modus pencurian kendaraan bermotor. Pelaku berjumlah dua (2) orang tertangkap oleh warga dan sempat menjadi bulan-bulan massa yang kesal atas ulah pelaku.

“Mengingat curanmor ini sangat banyak sekali di wilayah bekasi selatan, sehingga kita akan mengadakan observasi secara keliling, dan pada hari selasa itulah pelaku sedang mencoba mengambil motor, akhirnya oleh anggota kita ditangkap dengan dibantu beberapa scurity di galaxi,” kata Kapolsek Bekasi Selatan KomPol. Bambang SM di Mapolsek Bekasi Selatan, Jumat (18/01)

Kejadian tersebut terjadi di Kelurahan Jakasetia Bekasi Selatan pada Selasa (15/01), pelaku yang babak belur berhasil diamankan oleh ke Mapolsek Bekasi Selatan. Dua unit kendaraan roda dua menjadi barang bukti, diantaranya kendaraan pelaku dan korban. Selain kendaraan roda dua, polisi juga menyita beberapa anak kunci leter T, STNK asli sepeda motor milik pelaku, serta STNK asli motor milik korban.

“Setiap melakukan kegiatan pencurian selalu berdua, satu mengawasi dan satu lagi memetik dan pada umumnya, motor yang diambil adalah merk tertentu, setelah berhasil melakikan aksinya, para pelaku menjualnya lewat pesanan telepon,” tambahnya.

Setelah dilakukan pengembangan, para tersangka mengaku sudah melakukan aksinya di berbagai tempat di Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Para tersangka berinisial BD dan SY dijerat dengan Pasal 363 KUHP Junto Pasal 53 KUHP Pencurian Dengan Pemberatan dan Percobaan Pencurian Dengan Pemberatan dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.

“Setelah kita lakukan pemeriksaan secara maraton ia mengaku ada tujuh tempat mereka melakukan aksinya di wilayah Bekasi,” imbuhnya.

Dalam kejadian tersebut, polisi juga memeriksa saksi dan korban. Pelaku yang berasal dari Lampung tersebut tidak mempunyai pekerjaan tetap dan sudah keluar masuk bui dalam kasus yang sama.

“Saya bisa nyatakan residivis karena pernah dipreses hukum dalam kasus yang sama,” pungkasnya. (Mam)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here