Pengamat Nilai ada Motif Politik Dibalik Masa Jabatan Ketum

1

JAKARTA (Garudanews.id) – Munaslub Golkar yang sedang berlangsung saat ini diwarnai wacana masa jabatan Ketum terpilih, Airlangga Hartarto (AH). Ada yang menginginkan hanya 2 tahun. Ada pula berpendapat satu periode, yaitu 5 tahun. Perbedaan pandangan ini sebagai bukti masih berpotensi munculnya persoalan di internal Golkar ke depan seperti yang terjadi beberapa tahun belakangan ini.

Sebab, pesan komunikasi politik yang dilontarkan oleh masing-masing aktor politik tersebut sarat makna kepentingan politik, sekaligus menunjukkan posisi politik mereka, yaitu berada pada pro status quo atau pro perubahan, Golkar bersih. Demikian diungkapkan Direktur Eksekutif EmrusCorner, seperti dalam keterangan tertulisnya yang diterima garudanews.id, Rabu, (20/12).

“Oleh karena itu, pandangan yang berbeda tentang lamanya jabatan Ketum tersebut, dari aspek komunikasi politik, dipastikan mempunyai motif (kepentingan) politik individu atau satu faksi (kelompok) dari aktor politik yang melontarkannya,”ungkap Emrus.

Untuk itu, kata dia, masing-masing motif politik tersebut perlu dibongkar, apakah sejalan dengan tujuan dilakukannya Munaslub, sebagai penyelenggaraan luar biasa, yaitu melakukan konsolidasi partai, membangun soliditas internal, memperbaiki persepsi publik yang tidak produktif.

“Utamanya terkait dengan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh beberapa kepala daerah dari kader dan mantan Ketum, serta menurunnya elektabilitas partai Golkar, atau tidak sama sekali,” pungkas Emrus. (Dar)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.