Pengamat: Yusril ke Jokowi Belum Tentu Mendapatkan Dukungan Partai

0
89
yusril ihza mahendra (ist)

JAKARTA (Garudanews.id) – Pengamat komunikasi politik Adi Suparto, mengatakan bergabungnya Yusril Ihza Mahendra menjadi pengacara Joko Widodo- Maruf Amin dinilainya sebagai langkah tepat ditengah partai yang digawanginya yakni Partai Bulan Bintang (PBB) selama ini kurang mendapatkan respon publik, sehingga sulit memenuhi ambang batas parlemen (Parliamentary threshold).

Terlebih, kata Adi, berdasarkan hasil survei LSI Denny JA mengungkapkan bahwa ada tiga partai lama yang diprediksi tidak lolos ke parlemen diantaranya PBB, Hanura dan PKPI. “Hal inilah mungkin menjadi kegusaran bagi Yusril itu sendiri. Sementara itu, dia membutuhkan eksistensi partai juga,” kata Adi dalam keterangan persnya yang diterima garudanews.id, Selasa (6/11).

Namun demikian, Adi menilai dengan bergabungnya Yusril menjadi pengacara Jokowi-Maruf tidak serta merta mendapat dukungan dari arus bawah. Seperti diketahui bahwa mayoritas kader PBB adalah pendukung Prabowo-Sandi.

Hal senada juga diungkapkan Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komaruddin.

“Bagi Pak Yusril memilih menyetujui menjadi pengacara capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf yang merupakan capres petahana, bisa sama-sama berkuasa. Pak Yusril juga dapat mengamankan partainya, PBB, yang selama ini sulit masuk Senayan,” kata Ujang.

Ujang mengatakan hal itu ketika diminta tanggapannya mengenai pernyataan Yusril yang menyebut, dirinya menyetujui menjadi pengacara pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf dalam menghadapi pemilu presiden 2019.

Ujang menjelaskan, dari pendekatan Joko Widodo sebagai capres petahana, membutuhkan berbagai dukungan untuk memenangkan kembali pemilu presiden. Dukungan itu antara lain dengan merekrut tokoh-tokoh yang kritis maupun berseberangan pandangan.

Ujang menyebut beberapa tokoh yang sudah direktrut antara lain, Kapitra Ampera (Pengacara Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq), Ali Mochtar Ngabalin, dan saat ini Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra yang mantan pengacara capres-cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada pemilu presiden 2014.

“Tokoh-tokoh kritis yang direkrut ke kubu petahana menjadi penting untuk menambahkan kekuatannya dan sebaliknya melemahkan kekuatan lawan dalam menghadapi Pemilu 2019,” katanya.

Bergabungnya Yusril di kubu pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma’ruf, menurut Ujang, menjadi penting karena Yusril juga dikenal sebagai pengacara Ormas Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang telah dibubarkan Pemerintah.

“Kalau Pak Yusrul menyatakan setuju menjadi pengacara Pak Jokowi dan Ma’ruf, bukan terjadi perpecahan, tapi Pak Yusril merapat kekekuasaan,” katanya, dilansir dari antaranews, Selasa (6/11).

Menurut Ujang, bagi Yusril, kondisi saat ini lebih baik mendukung capres petahana, yang dampak politisnya dpat mengamankan partainya, PBB, yang selama ini sulit untuk berada di Senayan.

“Pak Yusril sebagai tokoh utama PBB, tentunya gerbong partainya akan terbawa,” katanya. (red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here