Penyelewengan Terungkap, 116 Guru Ponpes Al-Zaytun Dipecat

3

JAKARTA (Garudanews.id) – Merebaknya kasus penyelewengan dana BOS dan dana kas/simpanan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Zaytun, berdampak terhadap 116 guru di Ponpes terbesar se-Asia Tenggara tersebut. 

Pimpinan Ponpes,  Abdussalam Rasyidi alias Panji Gumilang, memecat para guru dengan sewenang-wenang dan tidak melalui prosedur yang berlaku.

Alasannya karena sudah tidak layak lagi untuk bisa mengajar di Ponpes Al-Zaytun. Dengan adanya pemecatan dan sebagai wadah untuk menampung aspirasi, maka ke-116 guru itupun mendirikan Forum 116 guru peduli pendidikan Ma’had Al-Zaytun.

Saat dikonfirmasi, Ketua Forum Guru Ma’had Al-Zaytun, Ustad Sarju, menegaskan forum tersebut dibentuk untuk melakukan pembenahan, perbaikan dan pembaruan secara menyeluruh dan sistematis terhadap sistem manajemen di Yayasan Pesantren Indonesia (YPI), serta pengelolaan pendidikan di Ma’had Al-Zaytun.

“Forum ini juga dibentuk untuk memberikan advokasi kepada 116 guru yang dipecat, sesuai hak dan kewajibannya,” ungkapnya kepada Garuda News.

Dia menjelaskan, pemecatan 116 guru ini merupakan pangkal dari terbongkarnya berbagai dugaan kasus penyelewengan dana di dalam Ponpes, sehingga terjadi perselisihan/konflik antara para guru dengan pimpinan Ponpes.

“Para guru pun melaporkan kasus tersebuy kepada instansi terkait supaya dilakukan penindakan hukum,” bebernya.

Seperti diketahui, sejumlah pengurus yayasan Ponpes Al-Zaytun melaporkan penyelewengan dana BOS dan dana kas/simpanan ke Mabes Polri yang diduga dilakukan oleh Pimpinan Ponpes yang berada di Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Propinsi Jawa Barat tersebut.

Penyelewengan diduga dilakukan oleh pimpinan Ponpes, Syaykh Abdussalam Rasyidi Panji Gumilang, dengan cara memindahkan dana tersebut untuk kepentingan pribadi. (Hap)

Anda mungkin juga berminat

Tinggalkan tanggapan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.