Peran Rumah Infaq Dalam Membangun Indonesia Dari Masjid

0
371
Direktur An Nahl Institute Jakarta, H.A Buchory Muslim, Direktur Rumah Infaq Indonesia, Ustadz Yusman Dawolo (berjas hitam) dan Andi Asryil Rahman artis, bertempat di Aula Hotel At Home, Metland Tambun, Kabuaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (04/6) sore.

BEKASI, (Garudanews.id) – Rumah Infaq Indonesia merayakan milad ke-3 sebagai rasa syukur atas berbagai kegiatan membangun Indonesia melalui masjid. Sebagai lembaga sosial, Rumah Infaq terus melakukan pemberdayaan masyarakat terutama didaerah terpencil dan pedalaman.

Memilih masjid dalam prioritas utama program tidak terlepas dari keinginan Rumah Infaq membina mental masyarakat dari sisi keagamaan agar revolusi mental terwujud. Acara milad ke-3 Rumah Infaq diisi dengan launching program 7 istana surga, santunan 1000 anak yatim piatu serentak 5 kota dan launching buku anak desa mengajak ke surga.

Acara kali ini dihadiri oleh Direktur An Nahl Institute Jakarta, H.A Buchory Muslim, Direktur Rumah Infaq Indonesia, Ustadz Yusman Dawolo dan Andi Asryil Rahman artis, bertempat di Aula Hotel At Home, Metland Tambun, Kabuaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (04/6) sore.

Direktur Rumah Infaq Indonesia, Ustadz Yusman Dawolo mengatakan, bahwa Rumah Infaq dalam usia ke-3 konsisten melakukan pembangunan dalam tiga program utama. Sasaran program terfokus kepada mualaf dan kaum muslimin minoritas yang berada didaerah pelosok.

“Kami fokus dalam tiga program utama yaitu pembangunan masjid, beasiswa anak yatim, piatu dan muallaf serta kaum muslimin minoritas yang berada didaerah pelosok,” kata Yusman.

Lanjut Yusman, sudah sekitar ratusan masjid yang telah terbangun baik dari pondasi, melanjutkan pembangunan ataupun melakukan perbaikan. Kesemua itu, sambung Yusman, dilakukan di daerah terpencil seperti Seram bagian Barat, Ambon, Desa Foa Nias dan Desa Alor, Nusa Tenggara Timur.

“Kami membangun masjid bukan sekedar bangun namun masjid yang dibangun harus makmur. Maka kami melakukan regenerasi dengan memberikan beasiswa kepada anak-anak jama’ah,” jelasnya.

Sedangkan untuk pembinaan anak, tambah Yusman, baru 50 anak yang telah mendapatkan beasiswa. Anak-anak ini merupakan anak para muallaf, anak yatim piatu dan dhuafa. Semua mendapatkan pendidikan mulai dari Tsanawiyah, Aliyah dan perguruan tinggi. Beberapa pondok pesantren dan sekolah tinggi telah bekerjasama tempat para anak didik ini menggapai cita-cita.

“Alhamdulillah, anak-anak ini banyak yang berprestasi baik dalam bidang umum ataupun agama. Terakhir ada yang mendapatkan juara hafidz disalah satu provinsi,” ungkapnya.

“Kami harapkan para donatur dan para muzakki lain bisa membantu kami dalam mensukseskan semua program. Tanpa donatur maka program ini tidak mungkin terlaksana. Kami sangat berterimakasih banyak atas infaq dan sedekah para donatur,” tambahnya. (AD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here