Perang dagang AS-Cina Makin Memanas, Kemendag Ajak Pengusaha Manfaatkan Peluang

0
125
Menteri Perdagangan Republik Indonesia Enggartiasto Lukita. (hnn)

JAKARTA (Garudanews.id) – Perang Dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China kini makin memanas. Presiden AS Donald Trump menegaskan akan menambah daftar produk asal Negeri Tirai Bambu itu yang kena bea masuk menjadi lebih dari USD 500 miliar.

Menyikapi itu, Kementerian Perdagangan RI (Kemendag) meminta agar negara tidak lantas panik serta turut dapat memanfaatkan momentum perang dagang AS-China. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag, Oke Nurwan, mengakui situasi panas kedua negara besar tersebut otomatis akan turut berimbas kepada perdagangan Indonesia.

“Mau apapun ceritanya itu akan berdampak ke perdagangan kita. Minimal, ada trade diversion (pengalihan perdagangan),” ungkap dia di Jakarta, seperti dikutip Selasa (10/7).

Meski demikian, dia menyampaikan, negara harus tetap mampu mencari kesempatan dan memanfaatkan momentum dalam kondisi kisruh ini. Oke mengimbau pelaku perdagangan dalam negeri untuk dapat memanfaatkan potensi perjanjian dagang bilateral antar negara yang sudah ada. Sebagai contoh, perjanjian ASEAN-China.

“ASEAN-China itu hampir 95 persen komoditas sudah diperjanjikan. Jadi sudah banyak yang bisa kita manfaatkan. Sehingga kalau China misal menjadi kurang kebutuhan karena pasokan di situ tidak ada, kita bisa manfaatkan,” terangnya.

Namun begitu, dia menekankan, perang dagang ini sejatinya berdampak merugikan bagi banyak negara dunia, termasuk Indonesia. Oleh karenanya, dia terus mendorong bangsa agar bisa melihat peluang yang ada.

“Ya kita pada akhirnya menyepakati kalau perang dagang itu tidak baik bagi kita, rugi bagi semuanya. Makanya kita mungkin harus melihat lebih banyak supaya dapat mengoptimalkan (momentum) dari situasi yang ada,” imbau dia. (Mrdk/Lya)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here