Pihak Kontraktor Klarifikasi Soal Pemberitaan Putusnya Jembatan Su’a

0
417
Jalan alternatif yang putus akibat tergerus air, di desa Su'a, namun saat ini kembali dapat dilewati warga. (Foto: Dance)

ROTE NDAO (Garudanews.id) –  Terkait dengan pemberitaan soal putusnya jembatan Su’a yang terletak di Desa Edalode kecamatan Pantai Baru,  Kabupaten Rote Ndao,  pihak kontraktor langsung memberikan klarifikasinya.

Berdasarkan keterangan Toni Luis,  selaku kontraktor yang mengerjakan jembatan tersebut menjelaskan,  bahwa yang terputus akibat tergerus air adalah akses jalan alternatif yang menuju jembatan Su’a. Namun demikian,  saat ini sudah diperbaiki.

Ia mengatakan saat ini warga sudah melintas dari kemaren hingga hari ini dengan menggunakan jalan alternatif.  Sementara untuk jembatannya sendiri baru dikerjakan.

“Jadi bukan jembatan yang putus,  tapi yang putus itu jalan alternatifnya, maka sesuai pemberitaan kemaren di beberapa media online itu salah paham aja,” ungkap Toni Luis kepada media ini Sabtu pagi (1/12).

Seperti diberitakan sebelumnya,  sejumlah warga tengah menyoroti jembatan Su’a yang terletak di Desa Edalode, Kecamatan Pantai Baru Kabupaten Rote Ndao, pada Jumat (30/11) siang, terputus akibat tergerus air. Akibatnya, jalur transportasi yang menghubungkan antar kecamatan di wilayah tersebut menjadi lumpuh.

Padahal, jembatan tersebut baru saja dibangun. Peristiwa itu pun menimbulkan tanya bagi masyarakat setempat. Pasalnya, nilai proyek pembangunan jembatan yang menghabiskan anggaran Rp 5.921.200.000. (Lima Miliar Sembilan Ratus Dua Puluh Satu Juta Dua Ratus Rupiah) itu, kini belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sementara itu salah satu akademisi tekhnik sipil yang enggan namanya dipublis mengatakan, rekanan tidak bisa serta-merta hanya melakukan penambalan. Dia menyebut mesti ada uji mutu terlebih dahulu sebelum makin jauh pengerjaan proyek tersebut.

Uji mutu menurutnya bisa saja dilakukan oleh tim independent atau finas jika tidak sesuai mutu, maka kontraktor harus membongkar kembali pondasi tersebut.

“Tidak bisa hanya ditambal, lakukan uji mutu dulu. Jika tidak benar maka kontraktor harus bongkar kembali, itukan pondasi yang tentu berpengaruh besar pada kekuatan jembatan nantinya,” tegasnya.

Diketahui, proyek pekerjaan jembatan Su’a di desa Edalode dengan waktu pelaksanaan 27 Maret 2018 dan waktu selesainya 240 hari dan di perpanjang pada tanggal 4 November 2018. Dan diketahui dikerjakan oleh PT Putra Manggroe Acerkso dan PT Gabriel Gabryela. (Dance)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here