PN Jakarta Utara Segera Tunjuk Hakim Tangani Sidang Gugatan Cerai Ahok Terhadap Veronika

0
144
Mantan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama/ist

JAKARTA  (Garudanews.id) – Kasus gugatan percaraian mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama Atau Ahok terhadap Veronikan Tan  mulai memasuki babak persidangan.

Bahkan pihak Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara, Selasa (9/1), mengeluarkan penetapan majelis hakim yang menangani sidang perceraian narapidana kasus penista agama tersebut.

”Sampai saat ini, berkas yang diberikan oleh penggugat telah lengkap. Karena itu, kami bisa cepat menetapkan mejelis hakim yang akan memimpin sidang penceraian mereka (Ahok-Veronica, Red),” kata Humas PN Jakarta Utara Jootje Sampaleng kepada sejumlah wartawan Selasa, (9/1).

Menurut dia, pemenuhan hak kedua belah pihak menjadi salah satu faktor jadwal persidangan belum bisa ditetapkan.

Pemenuhan hak itu, antara lain, pemanggilan penggugat dan tergugat. Bagaimanapun, pihak tergugat punya hak jawab atas materi gugatan.

Selanjutnya, pengadilan akan menentukan dimulainya persidangan yang biasanya digelar 14 hari setelah penetapan majelis hakim.

Meski demikian, Jootje belum bisa menentukan dan memprediksi tanggal persidangan.

 

”Minimal kedua belah pihak kami panggil dua atau tiga kali. Secara sah dan patut. Dalam pemanggilan itu, tergugat mempunyai hak jawab atas penggugat dan penggugat bisa membuktikan alasan atau pernyataan menggugat cerai,” ucap Jootje.

Sampai saat ini, menurut Jootje, kuasa hukum Veronica belum menghubungi pengadilan. Kondisi tersebut dinilai wajar dan tidak akan memengaruhi jadwal sidang.

Pengacara dari pihak tergugat biasanya baru datang setelah ada panggilan terhadap tergugat.

Sementara itu, sebagaimana dilansir jpnn, Jootje menegaskan, pihaknya tidak akan mempersulit proses mediasi. Bahkan, kedua pihak harus mengikuti proses mediasi. Minimal tiga kali mediasi, sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Dalam hal ini, mediasi bisa dilakukan di mana saja. Sebab, yang terpenting pasangan suami istri (pasutri) tersebut bisa berdamai dan tidak jadi bercerai.

Ketika ditanya soal penyebab retaknya rumah tangga Ahok-Veronica, Jootje belum bisa membeberkan. Sebab, hal tersebut sudah menjadi privasi pihak beperkara yang harus dirahasiakan.

Selain itu, kebenaran tuduhan atau alasan penggugat terhadap tergugat belum bisa dipastikan. Hal tersebut harus dipastikan dengan melampirkan barang bukti.

”Masalah penyebab perceraian itu sudah masuk ke dalam materi persidangan. Kami belum bisa membocorkannya meskipun penggugat telah memberikan alasannya ke kami. Kami harus membuktikan. Biar tidak ada kesalahan. Yang pasti, upaya damai antara kedua belah pihak kami maksimalkan,” paparnya. (Red)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here