PN Jakut Belum Tunjuk Hakim Untuk Tangani Gugatan Cerai Ahok

0
200

JAKARTA (Garudanews.id) – Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara (Jakut) belum membuat penetapan untuk menunjuk majelis hakim yang menangani gugatan cerai mantan Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terhadap istrinya, Veronica Tan. Karena itu,  belum diketahui kapan dilaksanakan upaya mediasi (damai) dan di mana tempatnya.

“Dalam pekan ini boleh jadi Pak Ketua PN Jakarta Utara menunjuk majelis hakimnya.Selanjutnya majelis hakim inilah yang memediasi kedua pihak,” ujar Humas PN Jakarta Utara Jootje Sampaleng.

Mediasi itu sendiri tidak selalu menghasilkan perdamaian sebagaimana diharapkan. Lebih sering gagal. Namun demikian, Peraturan Mahkamah Agung (Perma) mengisyaratkan mediasi merupakan suatu tahapan yang harus ditempuh pihak berperkara. Jika mediasi gagal, maka persidangan dilanjutkan dengan membacakan gugatan.

“Mediasinya bisa juga diadakan di mana saja, namun sangat diharapkan dihadiri penggugat (Ahok) maupun tergugat (Veronica),” ujar Jootje.

Mengenai dalil (alasan) gugatan, Jootje menolak menjawabnya ketika ditanya wartawan. Alasannya, hal itu merupakan pokok perkara. “Tidak boleh membeberkan pokok perkara yang bersifat pribadi itu kepada pers,” ujarnya memberi alasan.

Informasi yang berkembang di PN Jakarta Utara, ada dua alasan yang mengemuka hingga Ahok mengajukan cerai ke Veronica. Meski tak begitu kuat,  salah satu alasan disebutkan Veronica tak menghendaki Ahok berpolitik. Sebaliknya Ahok ingin tetap berkiprah dalam dunia politik.

Alasan perceraian kedua terkait ketidakharmonisan hubungan suami-istri tersebut. Veronica disebut kerap bepergian atau keluar rumah pada malam hari. Penasihat hukum Ahok, Josefina Agatha Syukur memberi jawaban diplomatis soal alasan cerai kliennya.

Menurutnya, dalam berkas pendaftaran sudah dibeberkan alasan Ahok menggugat cerai Veronica. Dalam gugatan yang didaftarkan pihak Ahok ke PN Jakarta Utara pada Jumat (5/1) lalu, kata Josefina, gugatan cerai dilayangkan Ahok karena didasari hal-hal yang bersifat sangat pribadi. “Ini ranah privat sekali,” ucap Josefina.

Josefina membantah Ahok menggugat cerai karena dugaan Veronica selingkuh. Yang jelas, ujar Josefina, alasan Ahok itu sudah disertakan dalam berkas gugatan yang didaftarkan.

“Saya enggak pernah bilang begitu (selingkuh). Dalam gugatan kami jelas sekali alasannya apa,” ujar Josefina.

Josefina enggan merespons hal-hal yang bersifat spekulasi atau rumor. “Secara kode etik saya enggak bisa sampaikan,” ucap Josefina karena saat ini masih sangat awal. Apalagi sebelum masuk ke persidangan, kedua pihak akan melewati tahap mediasi lebih dulu.

“Enggak boleh ungkapkan apa-apa dulu.Takutnya berbaikan kita yang malu sendiri. Enggak bagus buka aib orang,” ujar Josefina.

Namun kata Josefina gugatan cerai Ahok tidak mungkin muncul tiba-tiba. Meski begitu, dia mengaku tidak ingat kapan persisnya pembicaraan itu dimulai. Yang pasti, Ahok dan Vero sudah membahasnya sejak akhir 2017. Ahok sendiri memberikan kuasa kepada Josefina untuk menggugat cerai Veronica pada Kamis (4/1) pekan lalu. Surat gugatan cerai kemudian diserahkan kepada PN Jakut pada Jumat (5/1/2018).

Hanya saja Josefina  mengakui ada masalah rumah tangga yang membuat kliennya harus menggugat cerai Veronica Tan. Benarkah ada seorang pengusaha yang menjadi orang ketiga dalam rumah tangga Ahok dan Veronica Tan, tanya wartawan. “Saya tidak tahu. Tunggu saja di persidangannya nanti,” kata Josefina. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here