Polda Metro Ungkap Peredaran Sabu Berkedok Toko Obat

0
474
Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi S Nainggolan, saat menunjukan barang bukti yang berhasil disita. (Ist)

JAKARTA (Garudanews.id) – Berawal dari penangkapan seorang tersangka berinisial RZ di Jakarta pada Rabu (4/10) dengan 3,3 kilogram sabu, aparat Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya terus mengembangkan penyelidikan hingga berhasil menangkap komplotan pengedar narkotika jenis sabu di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi S Nainggolan menyebutkan, Petugas semula menerima informasi bahwa ada tujuh kilogram sabu yang disimpan RZ. Namun, saat penangkapan, sebagian sabu itu telah berpindah tangan.

Petugas lantas memburu pelaku lain berdasarkan informasi dari pelaku pertama. Saat di Pangandaran, ternyata sabu yang dibawa empat pelaku lain sebanyak 17 kilogram. Jadi, total sabu yang berhasil disita mencapai 20,4 kilogram. Masing masing pelaku berinisial RZ, Ml, MZ, JS, dan RAZ

Disebutkan, saat ditemukan, paket besar narkoba itu ada yang masih terbungkus rapi dan ada yang sudah terpisah menjadi paket kecil. Narkoba itu awalnya akan didistribusikan ke wilayah Jakarta.

“Tujuh belas kilogram masih terbungkus plastik besar berukuran satu kilogram, tiga kilogram sisanya sudah berupa kantong kecil berisi lima puluh-seratus gram,” kata Kombes Pol Nainggolan seperti dilansir dari tribratanews, Senin (9/10).

Dijelaskan, sindikat mereka berkedok sebagai pengelola toko obat. Tersangka RZ memang memiliki toko obat di kawasan Koja, Jakarta Utara.

“Obat biasa, tapi memang tidak sedikit juga ada beberapa produk obat yang ilegal dijual bebas,” ujar Kombes Pol Nainggolan.

Selain lebih 20 kilogram sabu-sabu, polisi juga menyita tiga mobil Honda Jazz, Honda CRV, dan Toyota Fortuner. Ketiga mobl itu digunakan untuk mengangkut paket sabu-sabu. Paket narkoba diselipkan di jok mobil Honda CRV.

Polisi masih mendalami asal barang haram itu. Meski kemasan yang digunakan membungkus sabu-sabu itu terdapat tulisan abjad Tiongkok, polisi belum dapat memastikan asal pasti barangnya.

“Kemasannya kopi China, tapi menurut pengakuan pelaku, ini dari Aceh. Kita belum dapat data fakta yang memastikan asal sabu-sabu ini dari China,” kata Kombes Pol Nainggolan. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here