Prajurit TNI Polri Gelar Operasi Pembebasan Sandera 

0
145
Operasi simulasi pembebasan sandera yang dilaksanakan pasukan TNI Polri mencuri perhatian para peserta Upacara Peringatan HUT TNI ke 73.

MATARAM (Garudanews.id) – Operasi pembebasan sandera yang dilaksanakan pasukan TNI Polri mencuri perhatian para peserta Upacara Peringatan HUT TNI ke 73. Dalam simulasi tersebut Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Muhammad Faozal disandera oleh kelompok teroris di Kantor Gubernur NTB, Jumat (5/10).

Selain dijadikan sandera, kelompok teroris juga memasang rangkaian bom dibadan L.M. Faozal sehingga menambah perhatian para penonton. Dengan berbekal ilmu taktik pertempuran dan perang kota yang dilatih secara terus menerus, satu tim pasukan anti teror gabungan TNI Polri merangsek masuk ke sasaran dan berhasil melumpuhkan penyandera serta membebaskan sandera dengan aman dan terkendali. Sementara rangkaian bom yang dipasang di badan tersandera berhasil dijinakan oleh anggota penjinak bom yang tergabung dalam unit anti teror tersebut.

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos. SH. M.Han., dilokasi menjelaskan operasi pembebasan sandera oleh tim pasukan anti teror gabungan TNI Polri ini merupakan simulasi yang membutuhkan kerjasama dan koordinasi yang super ketat untuk memastikan keselamatan dan keamanan para sandera.

“Simulasi pembebasan sandera ini sebagai rangakaian kegiatan HUT TNI ke 73 untuk menguji hasil latihan dan kemampuan personel jika sewaktu-waktu dibutuhkan”, kata Rizal.

Dilanjutkannya, dalam penanganan seperti ini dibutuhkan informasi yang betul-betul valid tentang jumlah sandera, jumlah pelaku, senjata yang akan digunakan, titik-titik yang dikuasai para pelaku maupun lokasi para sandera lengkap dengan peta atau denah bangunan tempat penyanderaan. Hal itu sambungnya, terkait dengan jumlah personel maupun alat peralatan yang dibutuhkan dalam penanganannya termasuk taktik dan strategi yang akan diterapkan untuk menyelesaikan misi tersebut.

“Jadi memang harus profesional dalam penanganan sandera seperti ini dengan mengedepankan keselamatan dan keamanan sandera,” pungkasnya.

Selain belajar dan berlatih sesuai dengan tugas pokok satuan, TNI Polri juga tetap konsisten menjaga dan melestarikan budaya masyarakat NTB salah satunya Tarian Gendang Beleq milik masyarakat Lombok yang dimainkan dengan sempurna usai Upacara Peringatan HUT TNI ke 73 dan juga sebelumnya pernah tampil beberapa kali dihadapan Presiden maupun Panglima TNI dan Kapolri. (Red/Her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here